Pembangunan rusunami yang terintegrasi dengan pasar diperlukan. (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Pembangunan rusunami yang terintegrasi dengan pasar diperlukan. (Foto: dok. Kementerian PUPR)

Pembangunan Rusunawa Terintegrasi Pasar Sangat Diperlukan

Properti rusunawa rusun penghuni rusunawa Rusunami
Rizkie Fauzian • 24 September 2019 18:02
Jakarta: Pemerintah daerah (Pemda) diminta mendorong pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) yang terintegrasi dengan pasar tradisional. Hal itu diperlukan agar masyarakat bisa menghuni rumah yang layak, menunjang kebutuhan penghuni dan masyarakat serta mengefesienkan penggunaan lahan yang ada di daerah.
 
"Kami berharap Pemda ke depan dapat mendorong pembangunan Rusunawa terintegasi dengan pasar khususnya pasar tradisional," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.
 
Khalawi menjelaskan salah satu contoh integrasi pemanfaatan lahan antara hunian dan pasar tradisional yang tepat adalah Rusunawa Pasar Rumput di Jakarta. Di tempat tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan lahan untuk hunian dan pasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rusunawa Pasar Rumput, imbuh Khalawi, merupakan salah satu pilot project pemanfaatan lahan pasar tradisional yang sangat baik dan menjadi implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.
 
Pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan yang mengusung konsep mixed use dengan pasar tentunya dapat menjadi solusi untuk menyikapi perkembangan perkotaan dan kawasan permukiman yang semakin padat.
 
"Selama ini banyak dibangun mal dengan apartemen di bagian atasnya. Tentu pasar tradisional juga bisa dibangun Rusunawa di bagian atas juga. Jadi konsepnya semacam modernisasi pasar tradisional dan menyediakan hunian yang layak dan mempermudah akses serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan," terangnya.
 
Lebih lanjut, Khalawi juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mengusung konsep pembangunan Rusunawa Pasar Rumput di sejumlah pasar tradisional lainnya di Ibu Kota Jakarta. Pemanfaatan lahan secara mixed use juga banyak dilaksanakan di berbagai negara lainnya seperti di Singapura dan Malaysia.
 
"Rencananya tahun ini Rusunawa ini akan segera diresmikan. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk memindahkan para pedagang yang berada di Tempat Penampungan Sementara ke dalam pasar. Jadi kami bisa segera menyelesaikan landscape taman di bagian depan Rusunawa ini," jelasnya.
 
Berdasarkan data yang ada, Rusunawa Pasar Rumput dibangun Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR sejak 2016 lalu. Rusunawa ini dibangun sebanyak tiga tower setinggi 25 lantai.
 
Perencana pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dikerjakan oleh PT Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan konsultan PT Ciria Jasa Cipta Mandiri. Nilai kontrak pembangunan Rusunawa Pasar Rumput adalah Rp961,367 miliar. Rusunawa ini akan memiliki jumlah unit hunian sebanyak 1.984 unit dan 1.314 kios.
 
"Lantai satu sampai tiga nantinya akan dimanfaatkan sebagai pasar dengan jumlah kios sebanyak 1.314 unit. Sedangkan lantai empat sampai lima akan dimanfaatkan sebagai hunian masyarakat sebanyak 1.984 unit," katanya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif