RedDoorz menargetkan penjualan kamar capai 1,6 juta per bulan tahun depan. Foto: RedDoorz
RedDoorz menargetkan penjualan kamar capai 1,6 juta per bulan tahun depan. Foto: RedDoorz

Tahun Depan, RedDoorz Menargetkan Penjualan 1,6 Juta Kamar

Properti Desain hotel Bisnis Properti Industri Hotel Hotel
Rizkie Fauzian • 25 November 2021 16:28
Jakarta: RedDoorz, platform manajemen dan pemesanan hotel di Asia Tenggara menargetkan penjualan 1,6 juta kamar per bulan tahun depan.
 
RedDoorz mencatat penjualan sebanyak 512 ribu kamar tahun ini. Penjualan terserbut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 165 ribu kamar.
 
"Kami optimistis tahun depan semakin meningkat. Tahun ini 500-an ribu kamar, tahun depan 1,6 juta kamar per bulan," kata Vice President of Operations RedDoorz Adil Mubarak dalam konferensi pers virtual, Kamis, 25 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adil optimistis target tersebut akan tercapai melihat pergerakan positif dalam industri perjalanan di Indonesia yang semakin membaik. 
 
Meskipun pandemi menjadi periode paling menantang yang dihadapi oleh industri hospitalitas hingga saat ini, RedDoorz terus berkomitmen dengan bekerja bersama dengan para mitra untuk mengatasi krisis.
 
Tahun ini, RedDoorz mengambil langkah awal untuk memastikan semua penginapan telah memperoleh standar kebersihan terbaik dengan meluncurkan HygienePass.
 
HygienePass merupakan sertifikasi kebersihan yang dikeluarkan oleh IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia). 
 
"Hingga saat ini 80 persen properti RedDoorz di Indonesia telah memiliki sertifikasi HygienePass," jelasnya.
 
Untuk memenuhi target penjualan, RedDoorz melakukan berbagai strategi, salah satunya turut mengadopsi pendekatan multi-brand dalam beberapa segmen pasar.
 
Misalnya RedDoorz (anggaran ekonomi), SANS Hotels (gaya hidup ekonomi), KoolKost (kehidupan komunitas yang berjangka panjang) dan Sunerra Hotels (segmen hotel kelas menengah). 
 
"Dengan tren tersebut, diperkiirakan tingkat okupansi mencapai rata-rata 60-65 persen, sekarang saja sudah 57-60 persen di seluruh Indonesia," ungkapnya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif