Pemilihan terminal listrik yang dilengkapi sistem pengaman penting untuk menghindari overload. Foto: Gemini AI
Pemilihan terminal listrik yang dilengkapi sistem pengaman penting untuk menghindari overload. Foto: Gemini AI

Sering Tumpuk Colokan? Waspadai Overload Listrik Rumah

Rizkie Fauzian • 21 Januari 2026 19:19
Jakarta: Perkembangan teknologi membuat hampir setiap sudut rumah dipenuhi perangkat elektronik yang membutuhkan sambungan listrik. Mulai dari ponsel pintar, laptop, televisi, hingga peralatan dapur, semuanya bergantung pada ketersediaan sumber daya listrik yang memadai.
 
Namun, keterbatasan jumlah stop kontak dinding di banyak rumah membuat penggunaan terminal listrik atau stop kontak tambahan menjadi solusi praktis. Sayangnya, kebiasaan menumpuk colokan tanpa memperhatikan kapasitas daya kerap memicu risiko serius, salah satunya overload listrik yang dapat berujung pada korsleting hingga kebakaran.

Apa itu overload panel listrik?

Sering Tumpuk Colokan? Waspadai <i>Overload</i> Listrik Rumah
Pemilihan terminal listrik yang dilengkapi sistem pengaman penting untuk menghindari overload. Foto: Freepik
 
Mengutip laman Prima Panel Nusantara, overload atau beban berlebih pada panel listrik adalah kondisi ketika arus listrik yang mengalir melebihi batas kemampuan maksimal panel beserta komponen pendukungnya.
 
Baca juga: Biar Gak Korslet! 7 Tips Aman Pakai Stopkontak Extension di Rumah
Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari MCB yang sering turun secara tiba-tiba, kabel yang memanas, hingga kerusakan instalasi listrik yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Risiko overload umumnya terjadi ketika jumlah perangkat elektronik bertambah, namun sistem kelistrikan rumah tidak mengalami penyesuaian.

Faktor penyebab overload listrik di rumah

Beberapa faktor utama yang kerap memicu terjadinya overload panel listrik antara lain:

1. Beban perangkat melebihi kapasitas sistem

Ketika total daya peralatan elektronik yang digunakan melampaui kemampuan MCB, kabel, dan isolasi, sistem listrik akan bekerja di luar batas aman. Gejalanya bisa berupa MCB sering mati, kabel terasa panas saat disentuh, atau lapisan kabel mulai meleleh.

2. Kapasitas panel tidak memadai

Penggunaan MCB dengan kapasitas ampere yang terlalu kecil dibandingkan konsumsi daya harian membuat panel listrik mudah mengalami gangguan, terutama saat banyak perangkat menyala bersamaan.

3. Distribusi beban tidak seimbang

Instalasi listrik yang tidak merata, di mana satu jalur menanggung terlalu banyak beban, menyebabkan arus menumpuk di satu titik dan memicu panas berlebih.

4. Diameter kabel terlalu kecil

Kabel dengan ukuran yang tidak sesuai untuk menghantarkan arus besar akan cepat panas dan berisiko merusak seluruh sistem instalasi listrik.

5. Kerusakan peralatan elektronik

Perangkat elektronik yang mengalami kerusakan internal atau korsleting cenderung menyedot daya lebih besar dari normal, sehingga mempercepat terjadinya overload.

Rekomendasi terminal listrik antioverload untuk rumah

Untuk mengurangi risiko, pemilihan terminal listrik yang dilengkapi sistem pengaman menjadi hal penting. Beberapa merek terminal listrik yang banyak digunakan di rumah tangga antara lain:
  1. Mikotek Stop Kontak Kabel Switch
  2. AZKO Krisbow Stop Kontak 4 Soket
  3. BROCO Stop Kontak Kaki 3
  4. DUTRON Stop Kontak Switch 3/4/5 Lubang
  5. Visalux Kabel Extension Bull 5 Lubang
  6. Vivan VPS Stop Kontak Saklar 3–6 Lubang
  7. VETTO MS5/3M Multi Socket Outlets
  8. UTICON Terminal Kuningan 1–5 Lubang
  9. Yokohama Atu Steel 3–5 Lubang
  10. Kenmaster Stop Kontak Tanpa Kabel NC-14S
Selain produk bermerek, banyak terminal listrik tanpa label yang dijual bebas di pasaran. Pengguna disarankan memilih terminal sesuai kebutuhan daya, dilengkapi saklar pengaman, serta menggunakan kabel dengan standar keamanan yang jelas.

Dengan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik di rumah, kesadaran terhadap kapasitas dan keamanan sistem kelistrikan menjadi kunci utama. Penggunaan terminal listrik secara bijak tidak hanya menjaga performa peralatan, tetapi juga melindungi rumah dari risiko korsleting dan kebakaran. (Syarifah Komalasari)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan