Desain Ibu Kota Baru. dok: Kementerian PUPR
Desain Ibu Kota Baru. dok: Kementerian PUPR

Rancang Konsep Rumah Dinas di IKN, Pemerintah Gandeng Korsel

Rizkie Fauzian • 30 Juli 2022 11:57
Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan dan memperkuat kerja sama dengan Korea Selatan. Keduanya menandatangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Teknis Pemindahan Ibu Kota dan Pembangunan IKN Nusantara
 
Hal ini menjadi topik utama pembahasan dalam Bilateral Meeting antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Wakil Menteri Agraria, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Lee Won-Jae di Sejong, Korea.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perpanjangan MoU kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat kerja sama konkret dengan Pemerintah Korea Selatan guna mendukung pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam mempersiapkan konstruksi di IKN, kami perlu belajar dari Korea Selatan terkait sistem teknologi cerdas di IKN dan saya berharap dukungan ini dapat terwujud di bawah MOU yang akan ditandatangani saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea pada hari Kamis, 28 Juli 2022,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Juli 2022. 
 
Baca juga: Intip Kota Sejong dan Busan di Korsel yang Jadi Contoh Pengembangan IKN

MoU pertama kali ditandatangani pada 25 November 2019 di Busan, Korea Selatan dan akan berakhir pada 25 November 2022 mendatang. Dengan penandatanganan Protocol to Amend MoU pada Kamis, 28 Juli 2022, maka MoU tersebut akan berlanjut hingga 2025. 
 
"Adapun bentuk kerja sama yang akan dilakukan yaitu pertukaran informasi, berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknologi, pengiriman tenaga ahli, peningkatan kapasitas, proyek percontohan, dan bentuk kerja sama teknis lainnya. Kami sangat berterimakasih atas kerjasama dan dukungan Pemerintah Korea Selatan kepada Indonesia selama ini," ungkapnya.
 
Pemerintah Korea Selatan melalui MOLIT memberikan program-program dukungan untuk pembangunan IKN di antaranya dukungan teknis untuk IKN termasuk pengiriman 25 pegawai muda PUPR untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan, pembangunan sistem penyediaan air bersih untuk IKN dengan kapasitas 300 liter per detik, feasibility study untuk proyek pendukung Immersed Tunnel di Teluk Balikpapan (Jalan Tol Akses IKN), proyek hibah pipeline dari KOICA, dan proyek Korea City Network (KCN). 
 
"KCN tahap I telah selesai pada Juni 2021 menghasilkan smart city, smart water management, dan desain konseptual smart transportation. Pada tahap II terdapat perencanaan dan konsep perumahan dinas, rencana implementasi smart solution, dan studi kelayakan keuangan. Kami akan mengelaborasi konsep tersebut dengan perencanaan pembangunan perumahan di IKN,” ujarnya.
 
Menteri Basuki berharap dengan perpanjangan MoU kerja sama ini, maka kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dapat lebih intensif dan lebih bermanfaat bagi kedua negara. 
 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif