Sim Sala Bim, Jalan Layang Jadi Taman Layang

24 November 2017 12:35 WIB
taman kota
<i>Sim Sala Bim</i>, Jalan Layang Jadi Taman Layang
Seoullo Skygarden 7017 resmi digunakan pada Mei 2017. visitkorea.or.kr
Seoul: Membangun taman kota di Jakarta sepertinya hanya cocok untuk proyek social corporate responbility (CSR). Perlu anggaran pembebasan lahannya yang tinggi, sementara pemasukan nyaris tidak ada karena warga bisa menikmatinya cuma-cuma. Jangan harapkan balik modal.

Masalah keterbatasan lahan yang berujung melonjaknya harga lahan, dihadapi semua megapolitan dunia, tak terkecuali Seoul. Tapi ibukota Korea Selatan ini punya cara unik membangun taman kota terbuka yang bagi warganya dan menjadi perhatian dunia.  


Naman taman itu Seoul Skygarden. Sesuai namanya, ini adalah taman melayang dan karenanya tidak ada biaya pembebasan lahan sama sekali. Jalan layang sepanjang sekitar 1 kilometer yang sebelumnya penghubung sisi timur dan barat kota berubah wujud menjadi taman dan pedestrian kekinian.

Bermula pada 2006 ketika Pemkot Seoul mendapati jalan layang yang sudah berusia 40 tahun itu sudah mengalami kelelahan material. Tidak layak pakai karena sewaktu-waktu bisa runtuh akibat tidak kuat lagi menggendong terus bertambahnya beban lalu lintas yang melintasinya setiap hari.

Maka diputuskan jalan layang ditutup bagi kendaraan bermotor. Tapi belum sampai dibongkar dan tidak juga diperkuat kontruksinya. Seiring waku warga membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau. Baik sebagai sarana rekreasi dan olahraga sekaligus paru-paru kota.

Delapan tahun kemudian sebuah ide out of the box disodorkan dinas tata kota. Ruas jalan layang yang sudah sewindu didiamkan disulap jadi ruang terbuka hijau, taman kota memanjang. Biro desain MVRDV asal Belanda ditunjuk menggarap proyek yang akan melengkapi restorasi sungai Cheonggyecheon tersebut.



Resmi dibuka pada bulan Mei silam, nama lain taman dan pedestrian melayang 17 meter di atas permukaan tanah itu adalah Seoullo 7017. Angka 70 diambil dari tahun pembangunan konstruksinya pada 1970, sedangkan 17 jumlah pedestrian yang terhubung dengannya.

Sebanyak 24,085 tanaman ditanam di ‘jalan layang’ itu. Di sela-selanya ada teras dan ruang pameran kecil. “Seoullo 7017 diharapkan juga menjadi kebun pembibitan yang menyuplai kebutuhan tanaman kota,” kata Walikota Seoul, Park Won-soon, dalam peresmian pada Mei 2017



(LHE)