Tribun kontroversial Ekaterinburg Arena
Adanya tribun tambahan itulah yang warga nilai sia-sia. dezeen/
Ekaterinburg;Tampilan stadion yang satu ini sangat unik. Di dua sisinya, ada bangunan tribun menjorok keluar dari struktur utama Ekaterinburg Arena sehingga menciptakan celah raksasa.

Ekaterinburg Arena yang dibangun pada 1953 merupakan salah satu cagar budaya Rusia. Stadion ini merupakan markas bagi klub sepak bola tertua dan bersejarah Rusia, FC Ural.


Arsitektur maupun dekorasi stadion sangat khas neo-klasikisme zaman Uni Soviet. Gaya arsitektur ini banyak menggunakan dekorasi berupa karya seni seperti patung dan vas.
Bangunan stadion mengalami beberapa rekonstruksi dan fasad bangunan dipertahankan demi menjaga warisan budaya.


Timnas Jepang berlatih di Ekaterinburg Arena menjelang laga melawan Senegal dalam penyisihan Grup H Piala Dunia 2018 Rusia (23/6/2018). Anne Christine Poujoulat

Masalahnya untuk Piala Dunia 2018 harus direnovasi lagi agar kapasitas tampungnya naik dari 35 ribu menjadi 45 ribu penonton. Dewan Kota Ekaterinburg menolak proyek tersebut.

Tapi agar memenuhi standar FIFA, mau tak mau daya tampung harus ditambah. Solusinya adalah membangun tribun tambahan di ujung dua sisi stadion. Tribun non-permanen ini dibangun 'di luar' bagunan utama.

Walau non-permanen dan akan dibongkar setelah Piala Dunia 2018 berakhir, tribun tambahan ini menjadi kontroversi. Warga mengeluhkan posisi menonton yang menjadi terlalu jauh, terutama bila mendapat bangku di puncak tribun.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id