Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid digantikan Iwan Suprijanto . Foto: Kementerian PUPR
Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid digantikan Iwan Suprijanto . Foto: Kementerian PUPR

Iwan Suprijanto Ditunjuk Jadi Dirjen Perumahan Kementerian PUPR

Properti Perumahan Program Sejuta Rumah Kementerian PUPR Perumahan bersubsidi
Rizkie Fauzian • 20 Desember 2021 20:46
Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengangkat Iwan Suprijanto sebagai Direktur Jenderal Perumahan yang baru, menggantikan Khalawi Abdul Hamid.
 
Menteri Basuki dalam sambutannya mengatakan rotasi dan promosi jabatan merupakan salah satu proses manajemen dalam organisasi untuk peningkatan kinerja.
 
"Jabatan yang akan anda emban nanti adalah untuk peningkatan kinerja ke depan. Tidak perlu ada menyalahkan pejabat lama, segera perbaiki dan meningkatkan kinerja ke depan, itu adalah etika manajemen yang saya junjung tinggi," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dua Pejabat Tinggi Madya (eselon I) yang dilantik adalah Iwan Suprijanto sebagai Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR. Sedangkan Khalawi Abdul Hamid diangkat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR menggantikan Sugiyartanto.
 
Menurut Basuki, Kementerian PUPR memiliki misi untuk menyelesaikan infrastruktur strategis yang telah dilaksanakan serta sangat selektif melakukan pembangunan baru dengan prinsip OPOR, yaitu untuk optimalisasi, pemeliharaan, operasi, serta rehabilitasi.
 
"Tugas-tugas ke depan tidak mudah, BPSDM bertugas menyiapkan SDM PUPR. Membangun jembatan, irigasi, jalan tol, bendungan, semua tergantung kepada mutu integritas SDM nya, yang ditentukan oleh kinerja BPSDM. Saya ingin meninggalkan PU sebagai organisasi yang kredibel dengan SDM yang kompeten berintegritas, bukan hanya fisik infrastruktur semata," jelasnya.
 
Sedangkan di sektor perumahan, Basuki mengatakan tugas yang dihadapi juga jauh lebih rumit, baik dari segi pembiayaan (financing) dan pengadaan perumahan.
 
"Penyediaan perumahan masih sangat jauh dari pemenuhan kebutuhan masyarakat, untuk itu ke depan harus bisa memecahkan masalah dan menemukan solusinya," ujarnya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif