Furnitur asal Jepara dikenal memiliki kualitas yang baik. (Foto: Media Indonesia)
Furnitur asal Jepara dikenal memiliki kualitas yang baik. (Foto: Media Indonesia)

Furnitur dari Daur Ulang Kayu Jati Tua

Properti furniture
Media Indonesia • 15 Maret 2019 12:56
Jakarta: Furnitur asal Jepara dikenal memiliki kualitas yang baik, karena bahannya berasal dari material bermutu tinggi seperti kayu jati. Tak hanya materialnya yang baik, furnitur Jepara juga memiliki desain yang modern dan minimalis.
 
Desain furnitur yang berbeda, berkarakteristik, tetapi tetap tampil mewah menjadi ide bagi CV Re-Born furnitur asal Jepara. Mereka menggunakan daur ulang kayu jati tua berkualitas tinggi sebagai bahan dasarnya.
 
Menurut staf dan penggagas konsep dekorasi kombinasi mebel dan tegel atau tile Happy Kritian Ardianto, konsumen Eropa meminati konsep estetika pada furnitur. Itu membuat mereka lebih menyukai perabot rumah yang terlihat antik dan natural.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Furnitur dari Daur Ulang Kayu Jati Tua
(Foto:CV Re-Born)
 
Papan-papan kayu dengan hiasan di tengahnya penuh dengan susunan ubin warna-warni menjadi salah satu produk yang ditawarkan dalam pameran. Ternyata papan tersebut merupakan alas penutup untuk menjadi meja makan.
 
Tetap mengangkat bahan dasar kayu, stan itu memberikan warna-warni pudar ala 1980-an dari rangkaian tegel dengan ciri khasnya yang klasik dan unik. Tegel membawa kesan rumah di masa lalu bagi sebagian orang di Indonesia.
 
"Sebenarnya, ini konsep baru mengombinasikan kayu dengan keramik dan tegel. Pengembangannya dilakukan sejak tahun lalu, tapi baru berani kami luncurkan tahun ini karena mencoba market yang baru," ujar Happy ditemui di booth CV Re-Born pada pameran di Indonesia International Furniture Expo (Ifex) 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran.
 
Pasar Eropa, lanjutnya, menyenangi produk-produk yang terbuat dari bahan alam. "Sepertinya selama pameran, produk ini menjadi trendsetter karena kami kebanjiran buyer dari Eropa, AS, Spanyol, yang tertarik pada produk terbaru ini," paparnya.
 
Furnitur dari Daur Ulang Kayu Jati Tua
(Foto:CV Re-Born)
 
Penggunaan daur ulang kayu jati banyak ditampilkan pada booth-booth pameran di Ifex 2019 karena dia mampu beradaptasi pada suhu ruang luar (outdoor). Sementara itu, untuk tegel/ubin, mereka memproduksi untuk disesuaikan dengan bahan kayu, dari komposisi berat hingga ketahanan dengan cuaca panas dan beku 0 derajat sekalipun.
 
"Kami terbuka untuk furnitur apa pun, baik cabinet sederhana, yang bisa dipijak seperti tangga, dresser, maupun meja makan," paparnya.
 
Untuk kisaran harga, toko itu memasang mulai USD7 atau setara Rp99.610 untuk dekorasi mangkuk-mangkuk dari kayu ringan, USD980 (setara Rp13,9 juta) untuk cabinet dan dresser yang besar. Untuk sebuah meja makan tegel, dipatok harga USD388 (sekitar Rp5,5 juta).
 
Sayangnya, karena lisensi perusahaan ialah untuk ekspor, mereka tidak melayani pembelian terutama satuan untuk lokal. Alasannya, beban pajak yang harus ditanggung pembeli akan sangat besar.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif