Penggunaan beton pracetak pada pembangunan rusun ITB. Foto: Kementerian PUPR
Penggunaan beton pracetak pada pembangunan rusun ITB. Foto: Kementerian PUPR

Penggunaan Teknologi Pracetak Percepat Pembangunan Rusun

Properti rusunawa sejuta rumah rusun penghuni rusunawa
Rizkie Fauzian • 29 Juni 2020 12:42
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pemanfaatan teknologi pracetak untuk pembangunan rusun. Teknologi pracetak diharapkan mempermudah proses pembangunan dan mempersingkat waktu pembangunan hunian vertikal.
 
"Penggunaan beton pracetak akan mempercepat pembangunan rumah susun di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Juni 2020.
 
Khalawi menambahkan proses dan waktu pembangunan rusun dengan memanfaatkan teknologi beton pracetak akan lebih cepat dibanding dengan pembangunan dengan cara konvensional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian diharapkan ke depan pelaksanaan pembangunan rusun di Indonesia ke depan bisa memanfaatkan teknologi tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan.
 
"Pemanfaatan teknologi pracetak modular dilakukan di Rumah Susun Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jatinangor, Bandung," jelas Khalawi.
 
Lebih lanjut, Khalawi menerangkan Program Sejuta Rumah yang akan dilaksanakan pemerintah pada tahun-tahun mendatang, juga akan diarahkan pada pembangunan hunian vertikal di sejumlah provinsi di Indonesia.
 
Apalagi lahan perumahan yang semakin terbatas mau tidak mau juga akan membuat Pemda untuk mendorong masyarakatnya tinggal di Rusun. Sistem pracetak ini juga sudah lulus uji coba dari Puskim Balitbang Kementerian PUPR.
 
Teknologi pracetak ini memiliki keunggulan mutu, keunggulan kecepatan, lebih kedap suara, lebih kedap terhadap panas. Ditjen Perumahan mempunyai Program Sejuta Rumah di kota-kota besar di Indonesia yang berbentuk tower rusun.
 
"Jadi dengan teknologi pra cetak ini kami bisa mempercepat proses pembangunannya," harapnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif