Pascapemberlakuan UU Ciptaker akan meningkatkan permintaan terhadap lahan usaha. Foto: Shutterstock
Pascapemberlakuan UU Ciptaker akan meningkatkan permintaan terhadap lahan usaha. Foto: Shutterstock

Permintaan Lahan Usaha Diprediksi Meningkat Usai UU Ciptaker Disahkan

Properti konstruksi perumahan bisnis properti Omnibus Law
Media Indonesia • 07 Oktober 2020 13:43
Jakarta: Kehadiran Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) dinilai mendongkrak sektor konstruksi dan properti.
 
Masuknya investasi baru pascapemberlakuan UU Ciptaker akan meningkatkan permintaan terhadap lahan usaha. Pembangunan pabrik dan infrastruktur pendukung akan mendongkrak permintaan jasa perusahaan konstruksi.
 
Ellen May Institute dalam risetnya melihat emiten konstruksi pelat merah akan berpeluang lebih besar dalam memanfaatkan peluang pascabooming UU Ciptaker ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melihat emiten konstruksi pelat merah seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Adhi Karya (ADHI), dan PT Waskita (WSKT) memiliki peluang lebih besar karena pengolahan bank tanah bisa menjadi proyek strategis pemerintah. BUMN akan menjadi prioritas dalam pembangunannya," tulis Ellen May Institute seperti dikutip dari Investing.com.
 
Dengan pembangunan pabrik di daerah tertentu, tentu saja kebutuhan akan rumah juga akan meningkat karena adanya pekerja yang membutuhkan hunian.
 
Dari sektor properti, saat ini kami lebih merekomendasikan saham Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) untuk trading dibanding investasi.
 
"Kondisi properti yang masih lesu dan daya beli yang masih rendah membuat properti masih belum menarik untuk investasi," tulis laporan itu.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif