Banyak tantangan yang dihadapi generasi milenial dalam memiliki tempat tinggal. (Foto: Shutterstock)
Banyak tantangan yang dihadapi generasi milenial dalam memiliki tempat tinggal. (Foto: Shutterstock)

Ingin Punya Rumah, Milenial Dihadapkan 4 Masalah

Properti sejuta rumah Properti milenial
Rizkie Fauzian • 19 Juni 2019 18:38
Jakarta: Bagi sebagian orang, memiliki rumah sendiri merupakan impian yang sulit diwujudkan. Termasuk generasi milenial. Padahal, generasi milenial di Indonesia merupakan market yang besar bagi sektor properti, yaitu mencapai 81 juta atau 30 persen dari jumlah penduduk.
 
Generasi milenial di sisi lain merupakan generasi yang umumnya bersifat konsumtif. Pola hidup digital life yang memudahkan akses ke berbagai sektor perekonomian berperan besar terhadap sifat konsumtif generasi milenial.
 
Menurut Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, sifat milenial yang cenderung konsumtif membuatnya cocok tinggal di hunian yang dekat dengan akses transportasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sifatnya yang konsumtif sehingga tempat tinggal tidak perlu luas, hanya perlu akses yang mudah. Misalnya, ke apartemen tinggal naik LRT, MRT, ke tempat kerja, tempat nongkrong, semuanya mudah. Ini tantangan yang sangat beragam dan harus kita sikapi," kata Khalawi, ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 19 Mei 2019.
 
Terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi generasi milenial dalam mewujudkan impian memiliki tempat tinggal sendiri. Apa saja?
 
1. Pengeluaran Konsumsi Milenial Tinggi
 
Lebih dari 50 persen proporsi pengeluaran generasi milenial yang sudah berkeluarga (keluarga muda) di 17 Kabupaten/Kota ditujukan untuk konsumsi. Bukan untuk membeli rumah.
 
2. Kenaikan Harga vs Kenaikan Upah
 
Berdasarkan data Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Bank Indonesia, dalam satu dekade kenaikan harga hunian mencapai 39,7 persen. Sedangkan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) di seluruh Indonesia per-tahun dengan memperhatikan pertimbangan tingkat inflasi masih belum sebanding.
 
3. Suku Bunga
 
Suku bunga pembelian rumah di Indonesia masih belum sesuai dengan karakteristik anak muda.
 
4. Milenial Pekerja Kreatif
 
Milenial kebanyakan bekerja informal tanpa slip gaji.
Berdasarkan karakteristik generasi milenial tersebut, maka diperlukan upaya mendasar dan pembaharuan terhadap arah kebijakan, strategi, program penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia.
 
Pembaharuan dengan cara mengintegrasikan kebijakan dan program secara efektif dengan melibatkan seluruh pelaku bidang perumahan sehinga penyelenggaraan perumahan dapat dilaksanakan dengan komprehensif dan kolaboratif, dalam rangka penyediaan hunian bagi generasi milenial di perkotaan berkelanjutan.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif