Hunian tetap yang dibangun untuk korban erupsi Gunung Semeru. Foto: Kementerian PUPR
Hunian tetap yang dibangun untuk korban erupsi Gunung Semeru. Foto: Kementerian PUPR

Baru 22%, Pemerintah Kebut Pembangunan Rumah Korban Gunung Semeru

Rizkie Fauzian • 13 Maret 2022 21:28
Lumajang: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan mengebut pembangunan hunian tetap (huntap) sebanyak 1.951 untuk masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. 
 
Pembangunan huntap tersebut diapresiasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy karena proses pembangunannya yang masif serta diharapkan menjadi contoh untuk penanganan pasca bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengungkapkan pihaknya akan bekerja keras di lapangan guna menyelesaikan pembangunan Huntap tersebut. Apalagi masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru sangat membutuhkan hunian yang layak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan mempercepat pembangunan Huntap ini dengan memanfaatkan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) sehingga proses pembangunan rumah bisa lebih cepat dan tentunya tahan terhadap gempa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 13 Maret 2022.
 
Iwan menambahkan, pembangunan huntap dilaksanakan sesuai Instruksi Presiden Joko Widodo untuk menyediakan rumah relokasi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru atau yang berada di zona merah. Pembangunan huntap dilaksanakan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR yakni Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV.
 
Huntap yang dibangun adalah rumah tipe 36 dan akan digunakan untuk merelokasi warga terdampak erupsi yang berasal dari tujuh desa di Kabupaten Lumajang yakni Desa Sumbersari, Desa Kebondeli Utara, Desa Kebondeli Selatan, Desa Curah Koboan, Desa Gumukmas, Desa Kamarkajang, dan Desa Kajar Kuning
 
Anggaran pembangunan Huntap sebanyak 1.951 unit tersebut sekitar Rp350,55 miliar. Huntap dibangun dengan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang memiliki teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat.
 
"Pembangunan Huntap dipercayakan kepada PT. Brantas Abipraya dan PT. Hutama Karya dengan progres minggu ini 22,23 persen. Kami targetkan pembangunannya bisa selesai sebelum Lebaran sehingga warga bisa berlebaran di rumah yang baru," kata Iwan.
 
Adanya pembangunan Huntap yang dilaksanakan Kementerian PUPR di Kabupaten Lumajang juga mendapat apresiasi dan Menko PMK, Muhadjir Effendy pada Sabtu tanggal 13 Maret 2022 lalu melakukan peninjauan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di sekitar Gunung Semeru. 
 
Selain meninjau kondisi pengungsi di tempat pengungsian, Menko PMK didampngi Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Sultan Sidik Nasution juga meninjau perkembangan pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana Gunung Semeru. 
 
"Secara umum proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah hunian sementara dan hunian tetap sudah berjalan sangat baik bahkan di luar ekspektasi karena prosesnya cukup cepat di lapangan. Dari 1.951 unit rumah yang akan dibangun sebagian besar sudah terlihat progres bangunan rumahnya," katanya.
 
Muhadjir Effendy menjelaskan, ke depan pihaknya berharap  pola penanganan pasca bencana yang dilakukan Kementerian PUPR di Kabupaten Lumajang tersebut diharapkan dapat menjadi contoh untuk daerah-daerah lain. Adanya pembangunan Huntap juga mampu membantu masyarakat terdampak bencana untuk memiliki hunian yang layak huni.
 
"Adanya pembangunan Huntap ini nantinya bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penghuni. Kami berharap pembangunan hunian tetap ini bisa segera rampung dan ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri sehingga masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru dapat segera menempati hunian tersebut," jelasnya. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif