Penjualan rumah masih kontraksi. Ilustrasi: Shutterstock
Penjualan rumah masih kontraksi. Ilustrasi: Shutterstock

Penjualan Properti Belum Membaik, Ini Penyebabnya

Rizkie Fauzian • 20 Mei 2022 21:01
Jakarta: Penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan I-2022 masih mengalami kontraksi, meskipun sudah membaik. Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mencatat penjualan rumah masih mengalami kontraksi sebesar -10,11 persen, lebih baik dari triwulan sebelumnya sebesar -11,60 persen.
 
Perbaikan perkembangan penjualan pada triwulan I-2022 didorong oleh membaiknya penjualan pada tipe besar yang tumbuh sebesar 4,01 persen (yoy) dan perbaikan penjualan tipe rumah
kecil sebesar -8,27 persen (yoy) yang sebelumnya mengalami kontraksi lebih dalam sebesar -23,79 persen (yoy). 
 
Sementara itu, penjualan tipe rumah menengah pada triwulan I-2022 tercatat sebesar -18,28 persen (yoy), atau mengalami penurunan dibandingkan penjualan pada triwulan IV-2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Responden menyampaikan bahwa belum optimalnya penjualan properti residensial di pasar primer disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, kenaikan harga bahan bangunan 22,14 persen,  masalah perizinan/birokrasi 14,40 persen.
 
Selain itu, suku bunga KPR 11,70 persen, dan proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan Kredit Pembelian Rumah (KPR) sebesar 12,33 persen, dan perpajakan sebesar 8,62 persen.
 
Perbaikan pertumbuhan penjualan secara tahunan pada triwulan I-2022 didorong oleh meningkatnya penjualan secara triwulanan yang tumbuh sebesar 1,38 persen (qtq), lebih besar dari triwulan sebelumnya sebesar 0,26 persen.
 
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan pada tipe kecil dan menengah yang masing-masing tercatat 14,88 persen (qtq) dan 6,52 persen (qtq). Sementara itu, penjualan tipe besar terpantau mengalami penurunan sebesar -20,1 persen (qtq).
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif