Pemda diingatkan terapkan konsep <i>green city</i>
Jakarta masih kekurangan ruang terbuka hijau. Saat ini hanya ada 10% dari batas minimal 30% luas total kota. MI/Barry Fatahillah
Jakarta:Pembentukan lansekap perkotaan sangat dipengaruhi dukungan infrastuktur. Tetapi bukan sembarangan infrastruktur, melainkan yang berkualitas dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip ramah lingkungan alias green city.

“Penataan lansekap yang baik tidak hanya memberikan nilai lebih dari sisi estetika, namun juga dapat berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya air, tanah dan udara,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam tertulisnya.



Sebuah RTPA di Palu yang juga sebagai ruang terbuka hijau. Antara Foto/M Hamzah

Di samping pembangunan infrastruktur berskala masif, Kementerian PUPR juga memfokuskan pada pengembangan lansekap dan penghijauan kota. Pemerintah pusat berencana menambah luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah.

Penambahan luasan RTH sesuai dengan amanat Undang-Undang tentang Penataan Ruang, yaitu pemenuhan RTH di kawasan perkotaan sebesar 30 persen dari luas kawasan perkotaan yang terdiri dari 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH private, termasuk dalam bentuk kebun raya baik di kawasan perkotaan maupun non perkotaan.


"Salah satunya melalui pembangunan RTH percontohan melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH)," jelasnya.


P2KH merupakan prakarsa mulia dan bentuk tanggung jawab yang diinisiasi oleh Pemerintah Pusat (Kementerian PUPR) bersama dengan pemerintah Kota/Kabupaten. Pembentukan P2KH guna mewujudkan ruang perkotaan yang lebih berkualitas.

"Dimulai sejak 2011, saat ini P2KH telah mencakup sebanyak 187 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia," imbuh Basuki.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id