Ini saran REI untuk Tapera
Pemukiman padat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. file/Antara Foto/Agung Rajasa
Jakarta:Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk sementara hanya ditujukan kepada PNS serta prajurit TNI dan Polri. Mengingat ritme penugasan aparatur negara, ada saran dari Real Estate Indonesia (REI) untuk pemerintah.

"Pemerintah harus melonggarkan kepemilikan rumah bagi PNS yang penempatan kerjanya bukan di kota asal. Jadi kalau penempatannya di mana saja, kan yang penting mendapat rumah subsidi," saran Ketua DPP REI, Soelaeman Soemawinata kepada Medcom.id, Selasa (22/5/2018).


Penugasan ke kota lain dalam jangka waktu panjang adalah salah satu yang khas dalam kehidupan keluarga prajurit TNI dan Polri. Golongan tertentu di jajaran BUMN dan PNS juga sering ditugaskan ke kota-kota di luar domisili asalnya.

Kelompok ini tentu akan kesulitan bila dibatasi memilih rumah bersubdisi di kota tempatnya sedang bertugas. Sebab boleh jadi tahun depan dirinya akan ditugaskan ke kota lain dan tentunya seluruh anggota keluarganya akan ikut pindah.

"Fokuskan pembangunan rumahnya jangan untuk aparatur negara di kota-kota besar saja, tapi juga di kota-kota kecil," tambah pria yang akrab dipanggil Pak Eman ini.

Tapera adalah sistem pembiayaan perumahan dengan menghimpun dana jangka panjang melalui tabungan. Sedari awal program ini dirancang untuk memudahkan jajaran aparatur negara berpenghasilan rendah untuk bisa membeli rumah pribadi sebagai tempat tinggal saat pensiun kelak.

Sedangkan bagi pegawai swasta yang juga membutuhkan fasilitas serupa, baru dapat dilayani setidaknya setelah Tapera beroperasi selama tujuh tahun ke depan. Sebagai pebisnis senior di sektor properti, Soeleman dapat memahami pilihan pemerintah.

Namun sebenarnya ada mekanisme yang bisa ditempuh agar karyawan swasta dan pekerja sektor informal serta UKM dapat difasilitasi. Yaitu membebankan setoran wajib sebagai potongan dari pendapatan karyawan yang bersangkutan, sepanjang nilai gajinya tidak di bawah UMR.

"Tapi kalau dibebankan kepada perusahaan tempatnya bekerja, ya itu akan jadi beban bagi pengusahanya," imbuhnya.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id