Jalur penyeberangan orang tiga dimensi di Westminster, London. (Foto: Dezeen)
Jalur penyeberangan orang tiga dimensi di Westminster, London. (Foto: Dezeen)

Tekan Kecelakaan, London Bikin Zebra Cross ‘Melayang’

Properti london
Anggi Tondi Martaon • 25 Maret 2019 18:25
London: Inggris punya cara tersendiri untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya London. Kota berjulukan The Smoke tersebut mengembangkan jalur penyeberangan orang (zebra cross) tiga dimensi (3D).
 
Jalur penyeberangan tiga dimensi tersebut dilukis di St John Wood High Street di Westminster, London. Zebra cross akan diuji coba selama satu tahun untuk mengetahui dampaknya terhadap kecelakaan lalu lintas.
 
"Zebra cross tiga dimensi kami bisa menjadi masa depan keselamatan jalan raya di seluruh negeri," kata anggota kabinet Dewan Westminster Tim Mitchell, dikutip Dezeen, Senin, 25 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mitchell menilai, inovasi zebra cross tiga dimensi tidak hanya sekadar mengubah tampilan. Tapi lebih dari itu untuk memudahkan pengemudi melihat persimpangan jalan dan tentunya keselamatan para penggunanya.
 
Secara tampilan, zebra cross yang terlihat melayang tersebut menciptakan ilusi optik bagi pengendara. Dengan begitu, pengguna kendaraan bermotor akan melambat saat mendekati persimpangan.
 
Jika uji coba tersebut berhasil, pemerintah Kota London akan menerapkannya di dekat Abbey Road. Seperti diketahui, perlintasan tersebut sangat ramai dikunjungi wisatawan karena menjadi ikon salah satu album the Beatles.
 
"Sungguh luar biasa bahwa turis berduyun-duyun ke St John's Wood untuk memberi penghormatan kepada The Beatles di Abbey Road sekaligus berjalan melintasi zebra cross," kata anggota dewan lingkungan Westminster Robert Rigby.
 
Penerapan zebra cross ini sudah diterapkan di beberapa negara, yaitu Islandia, India, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Terbukti, inovasi tersebut terbukti meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
 
"Uji coba skema serupa di New Delhi, India, dilaporkan menunjukkan kecepatan rata-rata kendaraan turun sebanyak hingga 40 persen, dari 30 mph ke 20 mph," kata Mitchell.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif