Bank Tanah cegah spekulan bermain harga . Foto: Shutterstock
Bank Tanah cegah spekulan bermain harga . Foto: Shutterstock

Peran Bank Tanah Cegah Spekulan

Properti infrastruktur bpn pembebasan lahan pertanahan Omnibus Law
Rizkie Fauzian • 04 November 2020 16:13
Jakarta: Kebutuhan akan tanah terus meningkat untuk pelaksanaan pembangunan maupun perkembangan perekonomian. Hal tersebut berpengaruh pada kebijakan pemerintah di bidang pengadaan tanah.
 
Untuk itu, pemerintah harus dapat menyediakan cadangan tanah untuk kepentingan pembangunan ke depan yaitu dengan dikenalkannya lembaga baru yang dinamakan Bank Tanah.
 
Plt. Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR Himawan Arief Sugoto mengatakan selama ini dikenal adanya tanah negara tetapi secara de-facto pemerintah tidak dapat mengendalikan tanah tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu saja pemerintah hanya memainkan peran sebagai land administrator, sedangkan peran eksekutor masih belum ada. Diperlukan solusi agar pemerintah memiliki fungsi tersebut menjadi eksekutor dengan membentuk Badan Bank Tanah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 November 2020.
 
Himawan menambahkan bahwa Badan Bank Tanah berfungsi untuk melaksanakan perencanaan, perolehan, pengadaan, pengelolaan, pemanfaatan, dan pendistribusian tanah. Bank Tanah juga menjamin ketersediaan tanah untuk kepentingan umum, kepentingan sosial, kepentingan pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan, dan reforma agraria.
 
Himawan juga menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung investasi, Badan Bank Tanah sebagai pemegang Hak Pengelolaan diberikan kewenangan untuk membantu memberikan kemudahan perizinan berusaha atau persetujuan, melakukan penyusunan rencana induk, melakukan pengadaan tanah, menentukan tarif pelayanan.
 
"Bank Tanah di masa depan ini diharapkan dapat mencegah aksi spekulan tanah yang terjadi karena banyaknya tanah yang telantar dan tidak jelas kepemilikannya," jelasnya.
 
Bank Tanah bisa menjual tanah kepada pengembang dengan harga yang rendah karena bantuan pendanaan dari perjanjian dengan industri finansial, maupun subsidi yang sedang diwacanakan.
 
"Dengan harga yang lebih rendah dari bank tanah, harga tanah di pasaran tidak akan terus melambung tinggi," ungkapnya.
 
Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Perdananto Aribowo berharap Bank Tanah ini dapat membuka wawasan seluruh masyarakat mengenai Bank Tanah yang selama ini masih samar atau belum jelas.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif