Masyarakat berpenghasilan tidak tetap kesulitan memiliki rumah. Ilustrasi: Shutterstock
Masyarakat berpenghasilan tidak tetap kesulitan memiliki rumah. Ilustrasi: Shutterstock

Masyarakat Berpenghasilan Tidak Tetap Bisa Cicil Rumah, Begini Caranya

Properti Perumahan kpr rumah tapak Tips beli rumah Pembiayaan rumah
Rizkie Fauzian • 25 April 2022 14:09
Jakarta: Seiring dengan pertumbuhan penduduk, kebutuhan terhadap rumah juga terus bertambah. Pada 2021 diperkirakan kebutuhan rumah berdasarkan kepemilikan sebesar 11,4 juta unit. 
 
Tren industri properti tahun ini akan mengalami pertumbuhan seiring membaiknya kondisi perekonomian, serta masyarakat mulai membiasakan diri dengan kondisi new normal ini.
 
Penduduk Indonesia hingga beberapa dekade mendatang didominasi penduduk usia produktif, sehingga kebutuhan terhadap rumah akan terus bertambah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebutuhan akan hunian rumah didominasi oleh hampir 59,5 persen adalah perempuan dan 40,5 persen laki-laki. 
 
Tren pergeseran usia konsumen juga didominasi pencari properti yang berasal dari generasi Z yaitu sebanyak 19,4 persen dan milenial dengan persentase 48,7 persen. 
 
Sepanjang 2021, Pinhome merekam beberapa tren perilaku konsumen, di antaranya sekitar 78 persen menggunakan metode pembayaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sementara 33,5 persen transaksi properti di bawah Rp300 juta. 
 
"Kami mengamati bahwa akan menjadi tren di 2022 dan seterusnya justru lebih kepada semakin meluasnya digitalisasi di sektor properti, para peminat properti mengharapkan pengalaman baru saat melakukan transaksi properti," kata Lead Product Owner Pinhome M. Vachry Widhanto dalam keterangan tertulis, Senin, 25 April 2022.
 
Mulai dari proses pencarian properti yang lebih mudah melalui layar laptop atau gawai mereka, kemudian melakukan penjadwalan kunjungan dengan lebih mudah, hingga proses pengajuan KPR yang lebih mudah dan nyaman.
 
Walaupun kebutuhan akan hunian semakin meningkat, harga yang ditawarkan justru selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kecenderungan penduduk produktif golongan menengah ke bawah saat ini adalah mengundurkan pembelian rumah karena kendala uang muka dan kesulitan dalam proses pengajuan cicilan KPR. 
 
Tentunya hal tersebut menjadi kendala utama terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tidak tetap (Non-fixed Income/NFI) yang memiliki jumlah total penghasilan seluruh keluarga di bawah Rp6 juta per bulan. 
 
"Di 2022, Pinhome akan fokus untuk melayani segmen MBR dan masyarakat Non-fixed Income. Pinhome ingin hadir untuk membantu masyarakat untuk mengakses properti dengan lebih mudah, bahkan untuk mereka yang masih unbankable," ujarnya.
 
Dalam melayani segmen MBR dan masyarakat Non-fixed Income, Pinhome berkolaborasi dengan SMF untuk menghadirkan program CicilDiPinhome. Program tersebut sebagai pelengkap program KPR dan opsi pembiayaan rumah yang sudah ada di Indonesia. 
 
Pembiayaan dengn KPR bisa dilakukan di bank manapun, sedangkan program ini khusus hanya pada rumah yang Pinhome miliki (primary). Program ini merupakan alternatif skema pembelian rumah yang bertujuan untuk membantu konsumen membeli rumah dengan cara dicicil selama 1-20 tahun sambil menempati rumah tersebut. 
 
Program ini hadir untuk mengatasi persoalan pembelian rumah dengan cara KPR yang sering kali menghambat konsumen, terutama MBR, untuk memiliki rumah yang terjangkau dengan mudah. Program ini tidak menitikberatkan SLIK Checking, cicilan tetap selama 1-20 tahun dan bebas biaya KPR.
 
Pinhome selalu menyediakan solusi untuk semua lapisan masyarakat. Untuk cicilan berjalan yang dibayarkan oleh konsumen apabila sudah tidak sanggup untuk diteruskan, maka akan dikembalikan ke konsumen. 
 
Jika akan mendaftar program ini maka diharapkan dengan rasio di angka 50 persen, dengan minimum penghasilan yang dibutuhkan adalah Rp3 Juta perbulan dengan catatan tidak ada cicilan lain (kendaraan, HP, dll). 
 
Setelah menentukan rumah idaman, pihak Pinhome akan mengurus berbagai administrasi, dan konsumen mengirimkan  dokumen persyaratan seperti  KTP, NPWP, bukti penghasilan,  serta membayar booking fee. Yang menjadi salah satu keunggulan dari program ini adalah ?rst payment yang  bersifat refundable.
 
Sebagai langkah awal, saat ini program Cicil Di Pinhome masih terbatas di area DKI Jakarta dan Tangerang, yakni menyasar Cluster Kronjo Regency yang berlokasi di Pagedangan Udik, Kronjo, Kabupaten Tangerang - Banten.
 
Dalam waktu dekat, Vachry mengatakan, harapannya program ini dapat segera diluncurkan dan semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari program tersebut.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif