LPKR diprediksi akan membukukan pendapatan menjadi Rp14,93 triliun. Ilustrasi: Shutterstock
LPKR diprediksi akan membukukan pendapatan menjadi Rp14,93 triliun. Ilustrasi: Shutterstock

Permintaan Properti Masih Tinggi, LPKR Prediksi Penjualan Naik

Rizkie Fauzian • 31 Maret 2022 12:41
Jakarta: Permintaan properti diyakini tetap solid tahun ini seiring dengan hadirnya insentif dari pemerintah. Insentif yang diberikan antara lain Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga September 2022.
 
Selain itu, pemerintah juga melakukan perpanjangan kebijakan uang muka 0 persenhingga akhir Desember 2022, dan masih terjaganya bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 
 
Analis PT Mandiri Sekuritas Robin Sutanto memprediksi fundamental emiten properti seperti diharapkan tetap mampu menumbuhkan kinerja pra penjualan dan meraih laba tahun ini seiring dengan kebangkitan industri properti tahun ini. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


CEO LPKR John Riady menyatakan bahwa kemajuan industri properti yang merupakan salah satu lokomotif ekonomi nasional juga didukung oleh regulasi serta insentif dari Pemerintah. 
 
"Suku bunga kredit pemilikan hunian juga mengalami penurunan sehingga turut mendorong minat pembelian melalui KPR. Dari sisi pasar, stimulus pemerintah untuk industri properti membuat konsumen lebih percaya diri untuk membeli properti.” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 31 Maret 2022.
 
Melihat prospek tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diproyeksikan akan mampu membukukan kinerja moncer dengan torehan pendapatan sebesar Rp13,49 triliun, EBITDA Rp3,27 triliun, dan laba bersih sebanyak Rp229 miliar dalam publikasi riset oleh Mandiri Sekuritas. 
 
Prediksi kinerja positif LPKR tahun ini turut didukung oleh pembangunan perumahan dengan harga yang terjangkau di Lippo Village Karawaci dan Lippo Cikarang. Selain itu, pendapatan LPKR juga bisa bertambah dari dua anak usahanya, yakni penjualan lahan industri di PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
 
John Riady juga menyampaikan optimismenya terkait dengan industri properti yang dipercaya semakin cerah ke depannya. LPKR menargetkan prapenjualan Rp5,2 triliun pada tahun ini.
 
"Dapat ditopang oleh peluncuran rumah tapak terjangkau, penetrasi pasar yang juga mencakup segmen nasabah dengan penghasilan lebih tinggi, dan kenaikan permintaan untuk unit apartemen siap huni," jelasnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif