Pengaruh Brexit ke harga rumah di Inggris. Foto: Shutterstock
Pengaruh Brexit ke harga rumah di Inggris. Foto: Shutterstock

Pengaruh Brexit pada Harga Rumah di Inggris

Properti investasi properti bisnis properti brexit Investasi Rumah
Rizkie Fauzian • 03 Februari 2020 21:00
London: Inggris resmi mengakhiri keanggotaannya di Uni Eropa setelah 47 tahun. Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tentunya memengaruhi ekonomi negara tersebut, tak terkecuali harga rumah.
 
Namun, apakah Brexit akan memengaruhi harga rumah? Meski ada kekhawatiran berdampak buruk bagi pasar perumahan, namun hingga kini belum ada kepastian.
 
Gubernur Bank of England Mark Carney memperingatkan kemungkinan harga properti komersial dan residensial turun sepertiga dan suku bunga melonjak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi saat ini lebih menjanjikan dari tahun lalu. Brexit disalahkan atas jatuhnya harga rumah selama tujuh tahun. Tetapi situasi sekarang sudah mulai membaik," ungkapnya dikutip metro.co.
 
Sejak Boris Johnson memenangkan pemilu sebagai Perdana Menteri Inggris, kondisi pasar perumahan diperkirakan mulai membaik bahkan mendapat julukan Boris Bounce.
 
Data Rightmove menunjukkan bahwa harga rata-rata properti di pasar mengalami kenaikan 2,3 persen. Bahkan hipotek sepanjang Desember 2019 juga naik.
 
Head of Mortgages di Mortgage Broker Trussle mengatakan sejak pemilihan pinjaman hipotek semakin kuat, banyak yang lebih percaya diri dengan kondisi ini.
 
"Hal ini semakin memberikan keyakinan pasar hingga beberapa tahun berikutnya. Kesepakatan hipotek benar-benar kompetitif saat ini, dan jika Bank of England memangkas suku bunga dalam beberapa hari mendatang, kita bisa melihat lebih banyak calon pembeli memilih untuk bertindak," jelasnya.
 
Namun, apakah pasar perumahan akan bertahan ini setelah periode transisi Brexit berakhir pada Januari 2021 masih sulit diprediksi. Kepala riset residensial JLL Nick Whitten berhati-hati untuk memprediksi sesuatu yang terlalu konkret.
 
"Kami belum tahu seperti apa kehidupan setelah Brexit," ungkapnya dikutip The Evening Standard.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif