Bangunan pencakar langit di Tiongkok.  Foto: Wang Zhao/AFP
Bangunan pencakar langit di Tiongkok. Foto: Wang Zhao/AFP

Kaleidoskop Properti 2019

Kaleidoskop 2019: Proyek Pencakar Langit di Tiongkok Menurun

Properti bangunan unik pencakar langit gedung unik Kaleidoskop 2019
Anggi Tondi Martaon • 20 Desember 2019 18:01
Jakarta: Pembangunan gedung pencakar langit di Tiongkok mengalami penurunan pada 2019. Bahkan penurunan terjadi sejak 2018.
 
Berdasarkan data the Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), penurunannya mencapai 14 persen. Tingkat penurunan lebih baik jika dibandingkan dengan 2018.
 
Pada 2018, Negeri Tirai Bambu itu hanya membangun 56 gedung pencakar langit (200 meter ke atas). Jumlah tersebut turun sebesar 38 persen jika dibandingkan dengan 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terdapat beberapa alasan pembangunan gedung pencakar langit di Tiongkok mengalami penurunan. Di antaranya perubahan dalam iklim politik dan ekonomi negara itu.
 
Selain itu, penurunan tersebut terjadi karena melampui permintaan kebutuhan ruang perkantoran. Seperti yang terjadi di Tianjin CTF Finance Centre. 
 
Berdasarkan data perusahaan real estat dan investasi CBRE, ruang perkantoran di dedung tertinggi ke-8 di dunia itu kosong hingga 44 persen.
 
Pemerintah dianggap berkontribusi dalam hal penurunan pembangunan gedung pencakar langit di Tiongkok. Pada 2014, Presiden Tiongkok Xi Jinping memberikan sinyal untuk menahan pembangunan gedung pencakar langit.
 
Meski mengalami penurunan, Tiongkok tetap menjadi nomor satu terkait penyelesaian pembangunan gedung pencakar langit. Bahkan, empat kali lebih banyak jika dibandingkan dengan seteru abadi mereka, yaitu Amerika.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif