Homestay di Labuan Bajo siap digunakan. Foto: Kementerian PUPR
Homestay di Labuan Bajo siap digunakan. Foto: Kementerian PUPR

656 Homestay di Labuan Bajo Dibangun dengan Anggaran Rp89 Miliar

Rizkie Fauzian • 22 Desember 2021 13:52
Labuan Bajo: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan perbaikan 656 unit Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ratusan homestay tersebut diperbaiki melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap pembangunan homestay bisa mendorong geliat pariwisata sekaligus meningkatkan ekonomi lokal serta mewujudkan hunian yang layak bagi masyarakat.
 
"Selain itu, tolong ditata juga lingkungannya mulai dari halaman rumahnya untuk akses masuk penghuni yang datang. Dibuatkan tangga dan dibersihkan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Basuki mengatakan, pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. 
656 <i>Homestay</i> di Labuan Bajo Dibangun dengan Anggaran Rp89 Miliar
Homestay yang ditinjau Menteri Basuki Hadimuljono di Labuan Bajo. Foto: Kementerian PUPR
 
"Kementerian PUPR telah merenovasi rumah warga agar layak untuk dijadikan homestay di kawasan wisata sehingga masyarakat setempat bukan hanya jadi penonton, tetapi bisa menikmati kue pariwisata,” ujarnya. 
 
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Nusa Tenggara II Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Yublina D Bunga menyatakan, BP2P NT II sudah menyelesaikan 656 unit Sarhuna sebagai dukungan terhadap Daerah Wisata Super Prioritas Labuan Bajo dengan total anggaran sekitar Rp89 miliar.
 
"Kami bersama pemerintah daerah setempat bekerja sama untuk menata kawasan ini jadi kawasan pariwisata premium dengan mengubah rumah-rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak huni menjadi homestay sehingga para wisatawan bisa betah dan nyaman tinggal di sini," kata Yublina.
 
Program Sarhunta yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan dilaksanakan sejak 2020. Pelaksanaanya dilakukan di dua daerah yakni Kabupaten Manggarai Barat tersebar di empat kecamatan dan 12 kelurahan/ desa serta Kabupaten Manggarai di satu kecamatan dan empat desa.
 
Dalam proses pembangunannya masyarakat dilibatkan secara aktif agar mereka bisa merasa memiliki dan menjaga bangunan Sarhunta ini. Pemilik rumah maupun tukang bangunan yang bekerja juga bisa mendapatkan upah kerja sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
Dengan dibangunnya Sarhunta tersebut, masyarakat setempat kini bisa memiliki pemasukan tambahan dari uang sewa homestay yang dimiliki. Jadi jika sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan pendapatan dari hasil laut dengan menjual hasil ikannya maka kini memiliki hunian layak  sebagai tempat tinggal sekaligus tempat penginapan dengan sarana dan fasilitas pendukungnya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif