Rusun Ponpes Al Hidayah di Kabupaten Temanggung. Foto: Kementerian PUPR
Rusun Ponpes Al Hidayah di Kabupaten Temanggung. Foto: Kementerian PUPR

Rusun Senilai Rp2,6 Miliar Bakal Ditempati Santri Temanggung

Rizkie Fauzian • 24 Mei 2022 13:31
Temanggung: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan rumah susun Pondok Pesantren (Rusun Ponpes) Al Hidayah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Rusun senilai Rp2,6 miliar tersebut dibangun satu tower dan dengan berbagai fasilitas pendukung pendidikan.
 
"Rusun Ponpes Al Hidayah ini dapat menampung puluhan santriwati dengan fasilitas yang lengkap dan memadai," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Mei 2022.
 
Iwan menjelaskan, pembangunan rusun ini merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Adanya Rusun tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih semangat belajar dengan baik dan tinggal di hunian vertikal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dirinya juga berharap para santri bisa tinggal di asrama yang layak huni selama menuntut ilmu di Ponpes sekaligus dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan sehingga dapat mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia. 
 
Untuk itu, pihak pondok pesantren Al-Hidayah diharapkan dapat segera membentuk pengelola untuk menjaga agar Rusun tersebut tetap terjaga kebersihannya, nyaman dan dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama.
 
"Kami berharap rusun ini bisa memberikan manfaat khususnya bagi pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu pihak Ponpes bisa membentuk pengelola dengan baik sehingga bangunan ini bisa dimanfaatkan para santri dengan baik, terawat serta dipelihara kebersihannya," jelasnya.
 
Kepala Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan Jawa III Salahudin Rasyidi menerangkan, Rusun Ponpes Al Hidayah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah tersebut dibangun oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa III secara single year contract project pada tahun 2021. Kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Yudha Perkasa Utama dan Manajemen Konsultan PT Cipta Artha Kreasi Konsultan.
 
"Total anggaran yang digunakan untuk pembangunan rusun bagi para santriwati ini adalah senilai Rp2,6 miliar," katanya.
 
Masa pembangunan rusun ini dimulai sejak Juli hingga Desember 2021. Sedangkan fasilitas yang ada didalam rusun yang bisa dimanfaatkan para santriwati antara lain ruang hunian tipe barak, tempat tidur susun, lemari pakaian, meja belajar, kamar mandi serta tempat wudhu yang memadai.
 
"Rusun ini dibangun satu tower dengan ketinggian dua lantai. Tipe hunian adalah empat barak yang dapat menampung sebanyak 56 santriwati," ungkapnya.
 
Salah seorang santriwati Anugrah Eni menyatakan dirinya bersama para santriwati lainnya sangat senang dan bahagia bisa mendapat bantuan Rusun dari Kementerian PUPR. 
 
"Dulu sebelum rusun ini selesai dibangun kami menempati bangunan lama dan para santriwati tidur tanpa kasur dan hanya menggunakan dipan saja. Sekarang kami bisa tinggal di asrama yang lebih layak dan fasilitas pendukungnya sangat bagus dan nyaman sehingga bisa lebih semangat menuntut ilmu di sini," katanya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif