NEWS
Rumah Tapak Dominasi Penjualan, Lippo Cikarang Kantongi Rp902 Miliar
Rizkie Fauzian
Sabtu 01 Agustus 2026 / 08:12
- PT Lippo Cikarang Tbk membukukan pra-penjualan sebesar Rp902 miliar pada Semester I 2026, naik 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Kinerja LPCK didorong tingginya permintaan terhadap rumah tapak yang menyumbang 69 persen dari total pra-penjualan.
- Manajemen Lippo Cikarang optimistis tren positif industri properti masih berlanjut.
Cikarang: PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp902 miliar, meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp791 miliar.
Capaian tersebut setara dengan 53 persen dari target pra-penjualan tahun 2026 yang sebesar Rp1,7 triliun, mencerminkan momentum pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga.
Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Agus Arismunandar, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan permintaan terhadap hunian, baik di segmen terjangkau maupun premium, masih tetap kuat.
"Pencapaian 53 persen dari target pra-penjualan tahunan pada semester pertama mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap produk kami. Ke depan, kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berfokus pada kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dari sisi kinerja keuangan, LPCK membukukan pendapatan sebesar Rp1,62 triliun pada semester I 2026. Pendapatan tersebut terutama berasal dari penjualan rumah tapak dan apartemen sebesar Rp779 miliar, unit komersial Rp330 miliar, serta jasa pengelolaan kota Rp262 miliar. Ketiga segmen ini berkontribusi sekitar 84 persen terhadap total pendapatan Perseroan.
Perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp511 miliar dengan margin laba kotor meningkat menjadi 31 persen, dibandingkan 21 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pengendalian biaya serta strategi pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, EBITDA tercatat sebesar Rp318 miliar dengan EBITDA margin naik menjadi 20 persen dari 13 persen pada semester I 2025. Kinerja tersebut menunjukkan efisiensi operasional Perseroan yang terus terjaga.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, LPCK membukukan pra-penjualan sebanyak 956 unit. Segmen rumah tapak menjadi kontributor terbesar dengan porsi 69 persen terhadap total pra-penjualan, didukung tingginya minat konsumen terhadap proyek Cendana Suites @ The Patio, NEO 5enses, dan The Allegra @ Casa De Lago.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Capaian tersebut setara dengan 53 persen dari target pra-penjualan tahun 2026 yang sebesar Rp1,7 triliun, mencerminkan momentum pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga.
Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Agus Arismunandar, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan permintaan terhadap hunian, baik di segmen terjangkau maupun premium, masih tetap kuat.
"Pencapaian 53 persen dari target pra-penjualan tahunan pada semester pertama mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap produk kami. Ke depan, kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berfokus pada kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Penjualan ditopang rumah tapak
Kinerja pra-penjualan ditopang oleh penjualan rumah tapak, apartemen, dan unit komersial. Untuk menjaga momentum tersebut, LPCK terus memperkuat portofolio produknya melalui peluncuran proyek baru, seperti QXYZ Phase 6 (Neo North & Patio) serta Imagi Collection (@Neo & @The Patio), guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.Dari sisi kinerja keuangan, LPCK membukukan pendapatan sebesar Rp1,62 triliun pada semester I 2026. Pendapatan tersebut terutama berasal dari penjualan rumah tapak dan apartemen sebesar Rp779 miliar, unit komersial Rp330 miliar, serta jasa pengelolaan kota Rp262 miliar. Ketiga segmen ini berkontribusi sekitar 84 persen terhadap total pendapatan Perseroan.
Perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp511 miliar dengan margin laba kotor meningkat menjadi 31 persen, dibandingkan 21 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pengendalian biaya serta strategi pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, EBITDA tercatat sebesar Rp318 miliar dengan EBITDA margin naik menjadi 20 persen dari 13 persen pada semester I 2025. Kinerja tersebut menunjukkan efisiensi operasional Perseroan yang terus terjaga.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, LPCK membukukan pra-penjualan sebanyak 956 unit. Segmen rumah tapak menjadi kontributor terbesar dengan porsi 69 persen terhadap total pra-penjualan, didukung tingginya minat konsumen terhadap proyek Cendana Suites @ The Patio, NEO 5enses, dan The Allegra @ Casa De Lago.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)