Kenaikan harga rumah di Jabodetabek paling tinggi. Foto: Shutterstock
Kenaikan harga rumah di Jabodetabek paling tinggi. Foto: Shutterstock

Kenaikan Harga Rumah di Jabodetabek Tertinggi, Kabupaten Tangerang hingga 24,5%

Rizkie Fauzian • 14 Juli 2022 13:27
Jakarta: Harga rumah terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Meski sempat melambat karena pandemi covid-19, harga rumah di berbagai kota tetap menunjukkan kenaikan.
 
Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index, indeks harga rumah dalam tiga tahun terakhir meningkat 10 persen. Bahkan kenaikan terjadi lebih besar di area Jabodetabek.
 
"Walaupun sempat mengalami perlambatan akibat pandemi di 2020-2021, tapi tren peningkatan harga kembali berlanjut di 2022 dengan kenaikan 5 persen secara tahunan," kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangan, Kamis, 14 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan di area Jabodetabek antara lain di Tangerang Selatan, kenaikan harga mencapai 11,5 persen, Kabupaten Tangerang 24,5 persen, Kabupaten Bogor 8,5 persen dan Depok 7,5 persen.
 
Baca juga: Harga Jadi Alasan Properti di Bekasi Mulai Diburu

Menurut Marine, kenaikan tersebut terutama didorong oleh area-area idaman yang menjadi incaran pencari rumah. Harga rumah memang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. 
 
"Penyebab harga rumah selalu naik di antaranya inflasi, ketersediaan tanah yang tak pernah bertambah sementara jumlah penduduk terus bertambah, dan kenaikan harga bahan bangunan," ujarnya.
 
Salah satu contoh tingkat kenaikan harga yang lebih besar di wilayah Jabodetabek adalah area Cinere di Kota Depok dimana saat ini harga rumah tapak mencapai Rp13 juta per meter persegi. 
 
"Dalam dua tahun ke depan diperkirakan harganya bisa mengalami kenaikan dalam kisaran Rp15 jutaan per meter persegi atau harga rumah bisa naik Rp100 jutaan dalam waktu dua tahun," katanya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif