Rumah yang dijuluki paling kesepian ini terletak di Pegunungan Dolomite, Italia. Foto: Shutterstock
Rumah yang dijuluki paling kesepian ini terletak di Pegunungan Dolomite, Italia. Foto: Shutterstock

Rumah Misterius Ini Dijuluki Paling Kesepian di Dunia, Kenapa Ya?

Rizkie Fauzian • 10 Desember 2021 12:33
Perrero: Tak berlebihan rasanya jika menyebut rumah ini paling kesepian di dunia. Rumah yang berada di dinding pegunungan Dolomite, Italia ini berada di ketinggian 836 meter di atas laut.
 
Gubuk atau buffa di Perrero, Monte Cristallo itu telah kosong selama 100 tahun, dan keberadannya masih menjadi misterinya hingga saat ini. Banyak spekulasi yang muncul tentang rumah tersebur, termasuk bagaimana manusia bisa sampai di sana.
 
Rumah tersebut diyakini telah dibangun lebih dari 100 tahun selama Perang Dunia I. Tentara Italia yang cerdas dikatakan telah membangun tempat perlindungan untuk beristirahat saat berperang melawan Austro-Hongaria dan melintasi medan yang berat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para tentara menggunakan pad tersembunyi untuk menyimpan persediaan dan berlindung dari musuh. Rumah tersebut hanya dapat diakses dengan tangga tali dan kereta gantung darurat atau jalur gunung berbahaya.
 
Baca juga: Ngeri! 5 Rumah Ini Dibangun di Tempat Tak Lazim
 
Beberapa penjelajah memperingatkan bahwa jalan setapak menuju rumah tersebut sangat berbahaya. Meskipun jalan setapak tersebut bisa dilalui oleh orang profesional dengan kesehatan yang baik.
 
Jalur menuju rumah tersebut disebut Via Ferrata Ivano Dibona. Via Ferrata dalam bahasa Italia berarti jalur besi yang dilengkapi dengan tangga baja, anak tangga, dan kabel yang dipasang di gunung untuk digunakan para penjelajah sebagai navigasi.
 
Ada beberapa penjelajah yang berhasil mencapai rumah terpencil tersebut, dan mengintip ke bagian dalam. Selain lokasinya yang jauh dan terpenci, rumah ini memiliki pemandangan yang terbatas karena berada di sisi gunung.
 
Rumah tersebut memiliki ruangan sempit berlapis kayu yang dipenuhi dengan beberapa kursi kayu putih. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang mungkin hanya singgah sementara di rumah tersebut untuk melanjutkan perjalanan ke gunung Dolomites yang memakan waktu sekitar seminggu.
 
Club Alpino Italiano, kelompok yang mengawasi jalur pendakian di daerah tersebut tampaknya telah terinspirasi oleh rumah tersebut dan berencana membangun tempat istirahat kontemporer untuk menyaingi rumah bersejarah tersebut.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif