Pembangunan infrastruktur dilakukan dalam rangka mengejar kelayakan investasi. Foto: Kementerian PUPR
Pembangunan infrastruktur dilakukan dalam rangka mengejar kelayakan investasi. Foto: Kementerian PUPR

Pembangunan Infrastruktur Tingkatkan Kelayakan Investasi

Properti infrastruktur jalan tol konstruksi Proyek Strategis Nasional Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 09 Oktober 2020 10:35
Jakarta: Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu faktor pendorong penting untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian baik secara nasional maupun regional.
 
Pembangunan infrastruktur secara pesat yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga dalam rangka mengejar kelayakan investasi dan indeks daya saing infrastruktur.
 
Sejak 2017 Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan peringkat layak investasi oleh tiga lembaga pemeringkat internasional dan saat ini Indonesia berada di peringkat ke-52 indeks daya saing infrastruktur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan pembangunan infrastruktur yang masif, ke depannya kita harapkan bisa lebih dari itu," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Beberapa infrastruktur yang dibangun di Jawa Tengah dan Yogyakarta adalah Flyover Manahan dan Stadion Manahan di Kota Solo, serta Bendung Kamijoro di Kabupaten Kulon Progo.
 
Pembangunan Flyover Manahan sepanjang 600 meter dan lebar sembilan meter bertujuan untuk mengatasi kemacetan akibat adanya perlintasan sebidang jalur rel kereta Solo-Yogyakarta.
 
Flyover ini mulai dibangun pada Februari 2018, kemudian dilakukan serah terima pertama pekerjaan/provisional hand over (PHO) pada 10 Desember 2018. Pada 22 Desember 2018 uji coba open traffic (fungsional).
 
Pembangunan flyover ini menggunakan teknologi yang sama dengan Flyover Antapani di Kota Bandung, Jawa Barat, yaitu Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP).
 
Sementara untuk mendukung penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20, Kementerian PUPR telah menyelesaikan renovasi Stadion Manahan Solo yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Februari 2020 lalu.
 
Stadion berkapasitas 20 ribu penonton menggunakan kursi tunggal (single seat) yang dihiasi motif batik Kawung sebagai ciri khas budaya Solo.
 
Keunggulan lain yang akan dimiliki Stadion Manahan adalah kualitas rumput, karena rumput yang ditanami berjenis Zoysia Japonica, dengan keunggulan lebih hijau dan berakar kuat. Untuk pencahayaan akan menggunakan kualitas penerangan hingga 1.500 lux.
 
Infrastruktur lain yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal 2020 adalah Bendungan Kamijoro di Kulon Progo, Yogyakarta. Bendungan Kamijoro akan mengairi sawah seluas 2.370 hektare di Kabupaten Bantul dan diharapkan meningkatkan intensitas tanam dari 205 persen menjadi 270 persen.
 
Bendungan ini juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 25 liter/detik untuk Kabupaten Bantul dan 475 liter/detik untuk Bandara Internasional Yogyakarta serta kawasan Industri Sentolo di Kabupaten Kulonprogo.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif