Pengembang minta pemerintah bergerak cepat meningkatkan bisnis properti. Foto: Shutterstock
Pengembang minta pemerintah bergerak cepat meningkatkan bisnis properti. Foto: Shutterstock

Digempur Pandemi, Pengembang Diminta Terapkan Kebijakan Pemerintah

Properti investasi properti perumahan bisnis properti Properti milenial Investasi Rumah
Antara • 11 September 2020 20:25
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat semua pengembang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, ????dan Bekasi (Jabodetabek) mengalami penurunan penjualan. Untuk itu, pengembang minta pemerintah bergerak cepat meningkatkan bisnis properti.
 
Hasil survei Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) mengungkap bahwa keyakinan pengembang terhadap bisnis properti tetap tinggi.
 
"Tahun lalu sebetulnya berat. Tetapi kami masih optimistis dan itu tercermin dari hasil riset kami bahwa 73 persen menyatakan kondisi realestat sama atau bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Ketua DPD REI DKI Jakarta Arvin F. Iskandar dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 61 persen menyatakan penjualan produk 2019 sama atau bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya. Dari sisi regulasi dan dukungan pembiayaan demikian juga.
 
"Sebanyak 86,5 persen menyatakan bahwa suku bunga kredit memberikan dampak lebih baik bagi iklim usaha. Sebesar 79,3 persen menyatakan pemerintah sudah cukup baik. Bahkan sangat baik dalam menyediakan infrastruktur," jelas Arvin.
 
Kendati awal 2020 industri Realestat digempur pandemi covid-19, Arvin berharap berbagai stimulus yang diberikan pemerintah bisa dieksekusi pelaku usaha.
 
"Hampir semua subsektor realestat terdampak. Okupansi hotel maksimum tinggal 15-20 persen. Demikian juga dengan ritel. Beberapa anggota kami yang kesulitan sudah meminta rescheduling utang ke perbankan. Namun, tidak gampang," katanya.
 
Untuk jenis residensial, Arvin mendapat banyak laporan dari anggota REI jika semakin banyak pengembang yang susah melakukan akad kredit terkait persyaratan perbankan. Beragam strategi untuk bertahan dilakukan.
 
"Di antaranya menekan biaya operasional semaksimal mungkin, marketing serta pemberian subsidi bunga oleh pengembang," kata dia.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif