Rumah susun di Kalimantan Barat. Foto: dok Kementerian PUPR.
Rumah susun di Kalimantan Barat. Foto: dok Kementerian PUPR.

Empat Rumah Susun di Kalbar Rampung

Rizkie Fauzian • 17 Februari 2020 08:22
Sintang: Kalimantan Barat (Kalbar) kini memiliki rumah susun (rusun). Empat rusun tersebut yakni Rumah Susun Seminari Menengah ST. Yohanes Maria Vanney Keuskupan, Rumah Susun Yayasan Kabar Senang Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang, Rumah Susun Ponpes Agropolitan Nurul Ma'arif, dan Rumah Susun Ade Moch Joen.
 
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, peresmian rusun tersebut dipusatkan di Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur selalu menjadi prioritas Indonesia maju dengan meneruskan pembangunan lima tahun lalu, termasuk dalam bidang perumahan. Pembangunan ini dilakukan demi mengejar ketertinggalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya harap rusun ini bisa dipelihara dengan sebaik baiknya, rusun listrik, air, meubelair dimanfaatkan dan pelihara dengan baik," ujar Basuki, dalam keterangan resminya, Senin, 17 Februari 2020.
 
Kementerian PUPR membangun rusun yang diperuntukkan bagi para siswa, mahasiswa, dan santri dalam rangka melaksanakan Visi Presiden untuk membangun SDM Unggul menuju Indonesia Maju melalui pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas setelah pembangunan sumber daya manusia.
 
Di Kabupaten Sintang, Kalbar, pada 2019 Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan dua rusun, yakni Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney dengan anggaran Rp13 miliar dan Rusun STT Imanuel Sintang dengan anggaran sebesar Rp12,9 miliar. Kedua rusun masing-masing terdiri dari dua lantai dengan 42 unit, tipe 24 yang dapat menampung sebanyak total 324 siswa, mahasiswa, dan mahasiswi.
 
Pada 2018 telah diselesaikan pembangunan Rusun Rumah Sakit Ade Moch. Djoen yang diperuntukkan bagi ASN tenaga medis rumah sakit dan keluarga pasien rawat inap. Rusun ini terdiri dari tiga lantai dengan jumlah 42 unit tipe 36 dengan anggaran pembangunan sebesar Rp13,5 miliar.
 
Sebelumnya, pada 2017 juga telah diselesaikan pembangunan Rusun Pondok Pesantren Nurul Ma'arif yang kini telah dihuni para santriwati. Rusun tersebut terdiri dari tiga lantai dengan jumlah 12 unit tipe barak dengan anggaran sebesar Rp10,2 miliar.
 
Keempat rusun tersebut telah dilengkapi listrik, jaringan air bersih dan jalan lingkungan, serta furnitur seperti tempat tidur, lemari, dan meja kursi sehingga dapat langsung ditempati.

 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif