Pembangunan The Tulip akan memengaruhi pemandangan ke arah Tower of London World Heritage Site. (Foto: DBOX and Foster + Partners)
Pembangunan The Tulip akan memengaruhi pemandangan ke arah Tower of London World Heritage Site. (Foto: DBOX and Foster + Partners)

Kontroversial, Rencana Pembangunan The Tulip Kembali Ditolak

Properti Arsitektur Unik
Rizkie Fauzian • 16 Juli 2019 11:43
London: Rencana pembangunan gedung jangkung The Tulip, ditolak. Penolakan gedung yang dirancang oleh Foster + Partners tersebut datang dari Wali Kota London Sadiq Khan.
 
Khan menolak rancangan tersebut dengan alasan The Tulip hanya bisa dimanfaatkan oleh kalangan terbatas di kota London. Padahal, pembangunannya dimaksudkan sebagai ruang publik baru.
 
Sebelumnya, pembangunan The Tulip juga menuai kontroversi karena dianggap melanggar pedoman perencanaan kota dan mengganggu sistem radar bandara.
Kontroversial, Rencana Pembangunan The Tulip Kembali Ditolak
Meskipun keputusan tersebut sempat berubah, Wali Kota London akhirnya menolak pembangunan gedung setinggi 305,3 meter tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendiri Foster + Partners mengatakan jika gedung supertall tersebut bisa menjadi salah satu ikon baru dari kota London. Contohnya, Gherkin. Hampir 20 tahun lalu bangunan tersebut menuai kontroversi, namun pada akhirnya menjadi ikon.
 
Latar Penolakan The Tulip
 
"Wali Kota memiliki sejumlah pemikiran terhadap rencana (pembangunan The Tulip) tersebut. Dan setelah dipelajari secara rinci, akhirnya Wali Kota menolak izin pembangunan," kata juru bicara Khan.
Kontroversial, Rencana Pembangunan The Tulip Kembali Ditolak
Wali kota Khan secara khusus mengungkapkan bahwa desain The Tulip tidak berkualitas untuk lokasi yang dianggap menonjol. Khan menganggap pembangunan The Tulip akan memengaruhi pemandangan ke arah Tower of London World Heritage Site.
 
"Khan juga merasa jika desain itu akan menghasilkan ruang publik yang tidak ramah dan tidak dirancang dengan baik di permukaan jalan," katanya.
 
Rencana Foster + Partners
 
The Tulip rencananya akan dihiasi kaca dengan slide dan pod berputar. Atap tersebut juga difungsikan sebagai restoran, bar, dan galeri pandang.
 
Juga akan ada taman dan teras yang dapat diakses pengunjung untuk melihat pemandangan. Disediakan pula sebuah gondola yang dapat bergerak ke atas dan bawah, serta fasilitas pendidikan untuk anak-anak sekolah setempat.
 
"Tim proyek The Tulip kecewa dengan keputusan Wali Kota London, terutama karena gedung tersebut akan menghasilkan manfaat sosial ekonomi dan jangka panjang bagi London dan Inggris secara keseluruhan," kata juru bicara proyek.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif