Kebutuhan rumah di masa pandemi. Foto: Shutterstock
Kebutuhan rumah di masa pandemi. Foto: Shutterstock

Masih Diandalkan, KPR BTN Terus Bersolek

Rizkie Fauzian • 18 Februari 2022 22:45
Jakarta: Rumah sejatinya merupakan sumber kedamaian, kebahagian, dan kenyamanan bagi penghuninya. Bahkan hal tersebut digambarkan dalam ungkapan "Rumahku Istanaku" atau home sweet home.
 
Rumah juga menjadi simbol dari rasa aman, privasi dan juga kesuksesan seseorang. Bagi beberapa orang, memiliki rumah sendiri adalah pencapaian yang bukan main-main.
 
Bukan tanpa sebab, membeli rumah membutuhkan komitmen yang kuat. Terutama bagi beberapa orang yang membelinya dengan mencicil menggunakan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

KPR masih mendominasi

Meski berat, kehadiran rumah di masa pandemi covid-19 sangat diperlukan untuk melindungi keluarga dari penyebaran virus. Oleh karena itu, membeli rumah adalah keharusan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini banyak kemudahan yang ditawarkan untuk membeli rumah, salah satunya dengan KPR. Dengan fasilitas ini, masyarakat bisa membeli rumah dengan cara mencicil.
 
Survei Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa mayoritas pembelian rumah masih mengandalkan pembiayaan KPR. Hal ini tercermin dari 76,02 persen masyarakat yang memilih KPR sebagai fasilitas pembiayaan.
 
Pada triwulan IV-2021, pertumbuhan total nilai kredit KPR dan KPA secara tahunan tercatat meningkat sebesar 9,76 persen dibandingkan dengan triwulan tahun lalu 9,39 persen.
 
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga mencatat realisasi penyaluran KPR pada 2021 mencapai Rp465,55 triliun. Hal tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat sadar pentingnya rumah. 
 
Angka di atas juga tak lepas dari peranan pemerintah dalam menggulirkan berbagai macam kebijakan yang memudahkan masyarakat membeli rumah. Tak hanya itu, peranan perbankan juga sangat diperlukan.

BTN sebagai pelopor 

Bank Tabungan Negara (BTN) telah meluncurkan KPR pada 10 Desember 1976. BTN untuk pertama kalinya menyalurkan kredit perumahan pada sembilan debitur di daerah Tanah Mas, Semarang. 
 
Sejak saat ini, Bank BTN telah mengucurkan pembiayaan senilai Rp352 triliun dan mewujudkan rumah impian ke lebih dari 5 juta keluarga di Indonesia. 
 
"Pencapaian tersebut tidak lepas dari upaya Bank BTN menghadirkan program maupun produk yang inovatif yang tidak hanya membantu masyarakat tapi juga seluruh stakeholder sektor properti," kata Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo.
 
Tak hanya itu, BTN juga siap menerapkan digitalisasi ekosistem pembiayaan perumahan, salah satunya dengan menciptakan layanan one stop shopping perumahan di era digital.  
 
One stop shopping yang dimaksud adalah menyediakan layanan digital dari mulai pencarian rumah, pembelian rumah, pembiayaan perumahan, pembangunan/renovasi rumah, penyewaan, penjualan dan dukungan pembayaran utilitas di perumahan.
 
Kesiapan BTN dalam digital mortgage ecosystem sebenarnya sudah dimulai sejak 2015, dimana BTN merilis portal www.btnproperti.co.id  disusul peluncuran website dan aplikasi www.rumahmurahbtn.co.id untuk penjualan rumah lelang.
 
"Keduanya terus kami tingkatkan fiturnya, khusus BTN Properti kami telah ubah tampilanya sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat untuk membeli dan mengajukan KPR/KPA," kata Haru.
 
BTN meluncurkan aplikasi baru, yaitu Smart Residence yaitu aplikasi yang mempermudah hubungan antara penghuni dan pengelola dalam proses pembayaran tagihan, iuran, pertukaran informasi sampai dengan keluhan atau pengaduan. 

Menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah

Sejak meluncurkan KPR, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp352 triliun. Dari jumlah tersebut lebih dari 76 persen mengalir ke segmen KPR Subsidi sementara sisanya mengalir ke segmen KPR non subsidi. 
 
KPR Subsidi merupakan program pemilikan rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
 
Selain suku bunga yang ditawarkan lebih rendah, KPR subsisi juga menawarkan cicilan ringan untuk pembelian rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun.
 
Salah satu program perumahan bagi MBR adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Bank BTN merupakan salah satu bank penyalur subsidi rumah terbanyak. 
 
Sepanjang 2021 saja, Bank BTN telah menyaluran KPR Sejahtera FLPP mencapai lebih dari Rp17 triliun untuk lebih dari 117 ribu unit rumah.
 
"Dengan pencapaian tersebut kami telah berkontribusi setidaknya 65 persen dari angka pencapaian penyaluran KPR Sejahtera FLPP nasional pada 2021 yang mencapai lebih dari 178 ribu unit," kata Direktur Consumer & Commercial Banking Bank BTN Hirwandi Gafar.
 
Tahun ini, perseroan langsung tancap gas dengan siap menyalurkan KPR FLPP 200 ribu unit. Per Januari 2022 BTN telah menyalurkan 13.192 unit, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai 2.302 unit.
 
"BTN semakin siap karena banyak improvement dari business process, misalnya sentralisasi lending process, commercial banking center, aplikasi KPR online kami semakin mantap yaitu BTN Properti, inovasi produk serta program KPR kami juga semakin menarik," ujarnya.
 
Tak hanya itu, BTN juga mendukung pemenuhan rumah layak huni MBR melalui program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). BTN merancang skema baru KPR Subsidi BP2BT yang menawarkan masa fixed rate hingga 10 tahun, dari sebelumnya hanya 2 tahun. 
 
Dengan skema tersebut, masyarakat kelas menengah ke bawah dapat memiliki rumah dengan nilai cicilan yang lebih murah. Sepanjang 2021, BTN telah merealisasikan sebanyak 2.250 unit KPR BP2BT.
 
"Kami berupaya menghadirkan fasilitas KPR subsidi yang sesuai dengan profil kalangan masyarakat menengah ke bawah sehingga mereka dapat segera menikmati hunian yang nyaman dan aman terutama di masa pandemi ini," katanya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif