Hunian tetap yang dibangun untuk korban erupsi Gunung Semeru. Foto: Kementerian PUPR
Hunian tetap yang dibangun untuk korban erupsi Gunung Semeru. Foto: Kementerian PUPR

1.951 Rumah Korban Erupsi Gunung Semeru Dibangun dengan Anggaran 350,55 Miliar

Rizkie Fauzian • 04 Maret 2022 09:58
Lumajang: Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan mempercepat penyelesaian pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 
 
Sebanyak 1.951 huntap dibangun dengan anggaran sekitar Rp350,55 miliar. Huntap dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang memiliki teknologi konstruksi knock down yang dibangun dengan waktu cepat.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tapi diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah membangun rumah masyarakat terdampak bencana bukan hanya memperbaiki kerusakannya saja namun juga mengharapkan adanya permukiman baru yang tangguh terhadap bencana sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Maret 2022.
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menjelaskan pembangunan huntap tersebut dilaksanakan sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
 
Pembangunan huntap tersebut dilaksanakan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR bersama BUMN Karya yakni PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya. Proses pembangunannya telah dimulai pada Januari 2022 lalu.
 
Huntap yang dibangun adalah rumah tipe 36 dan akan digunakan untuk merelokasi warga terdampak erupsi yang berasal dari tujuh desa di Kabupaten Lumajang yakni Desa Sumbersari, Desa Kebondeli Utara, Desa Kebondeli Selatan, Desa Curah Koboan, Desa Gumukmas, Desa Kamarkajang, dan Desa Kajar Kuning
 
Selain bangunan Huntap, kawasan relokasi juga akan dilengkapi fasilitas lain untuk mengakomodasi kegiatan sehari-hari warga seperti, fasilitas umum, masjid, sekolah, sarana olahraga, lapangan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pasar, dan tempat pemakaman. 
 
Selain itu, Kementerian PUPR juga akan membangun instalasi air bersih yang bersumber dari Kali Tunggeng dengan target layanan 2.000 unit rumah serta penghijauan berupa hutan bambu. 
 
"Pembangunan rumah khusus huntap ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk memulihkan kerusakan pasca bencana erupsi Gunung Semeru Kabupaten Lumajang Jawa Timur yang terjadi pada Desember 2021 lalu. Huntap yang dibangun adalah rumah tipe 36 di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro," ujarnya.
 
Iwan menambahkan, para calon penghuni huntap telah ditetapkan by name by address oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Saat ini kurang lebih hampir 1.154 unit telah tertangani, 800 unit di antaranya panel Risha telah terpasang, dan sekitar 200 unit di antaranya telah tertutup atap. 
 
"Sesuai arahan Wapres saat mengunjungi lokasi diharapkan sebelum Hari Raya Idul Fitri masyarakat sudah dapat menempati huntap ini. Kami harap huntap yang telah dilengkapi fasilitas umum dan sosial ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga terdampak dan  dapat menempati, merawat dengan baik agar menjadi rumah inti tumbuh," ungkapnya.
 
Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada kementerian PUPR yang telah membangun Huntap dengan berbagai fasilitas pendukungnya. 
 
"Pemkab Lumajang berharap adanya relokasi warga ini dapat mengakomodir dan memulihkan ekonomi masyarakat pasca bencana beberapa waktu lalu," katanya. 

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif