Pinhome bersama SMF fasilitas masyarakat berpenghasilan tak tetap miliki rumah. Foto: Shutterstock
Pinhome bersama SMF fasilitas masyarakat berpenghasilan tak tetap miliki rumah. Foto: Shutterstock

Cicil Rumah Tanpa BI Checking, Begini Caranya

Rizkie Fauzian • 16 Maret 2022 20:59
Jakarta: Harga rumah yang terus naik menjadi kendala masyarakat memperoleh hunian. Terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non-fixed income).
 
CEO Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan, beberapa perbankan tidak mau menyasar segmen MBR dan non-fixed income. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat di segmen tersebut kesulitan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
 
"MBR dan non-fixed income ini yang kita sasar. Secara geografis mereka tinggal di perkotaan tapi masih sulit dapat KPR," katanya dalam pres konference, Rabu, 16 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2020, BPS menyebutkan bahwa lebih dari 71 juta penduduk berpenghasilan rendah di Indonesia, 15 persen di antaranya atau sekitar 11 juta jiwa belum memiliki rumah layak huni. 
 
Salah satu hambatan utama yang dihadapi para calon pembeli adalah uang muka (down payment) yang mahal yang biasanya mencapai minimal 15-20 persen dari harga total rumah. 
 
Untuk itu, Pinhome bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menghadirkan program khusus untuk memfasilitasi MBR dan masyarakat berpenghasilan tidak tetap untuk memiliki rumah impian mereka. 
 
Melalui program #CicilDiPinhome, Pinhome bertujuan untuk mengatasi persoalan pembelian rumah bagi calon pembeli yang belum bisa masuk kriteria perbankan dalam pengajuan KPR. 
 
"Tahun ini kami menghadirkan solusi akses properti lewat program khusus untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak tetap. Kami berharap dengan program ini semakin banyak orang bisa mendapatkan rumah impian mereka," ujarnya.
 
Program tersebut juga memberi skema pembelian rumah dengan dicicil selama 1-20 tahun sambil menempati rumah tersebut. Program ini diklaim lebih fleksibel, yang dipersembahkan lewat langkah mudah.
 
Pertama, konsumen dapat menentukan rumah idaman yang ingin dimiliki, dan Pinhome akan melakukan inspeksi terhadap legalitas rumah tersebut. 
 
Langkah kedua adalah konsumen mengirimkan dokumen persyaratan seperti KTP, NPWP, bukti penghasilan, dan membayar first payment yang bersifat refundable.
 
Terakhir, konsumen sudah bisa menempati rumah pilihan mereka dan membayar cicilan tiap bulannya sampai lunas. 
 
"Kami juga melihat adanya sebagian konsumen yang sebenarnya sudah memiliki penghasilan yang mencukupi, namun belum bisa masuk kriteria KPR perbankan karena pendapatannya yang tidak tetap," ungkapnya.
 
Program ini menawarkan berbagai unique value bagi konsumen, yaitu dengan tidak perlu adanya checking dari BI ataupun Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang membuat program ini terbuka untuk mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap. 
 
Selain itu, di program ini tidak perlu ada income profile dengan cicilan yang fleksibel sampai 50 persen. Pinhome juga menggandeng mitra developer di berbagai kawasan dan mitra lembaga keuangan. 
 
Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo menambahkan, SMF menjadi mitra Pinhome dalam memfasilitasi masyarakat khususnya yang memiliki keterbatasan akses pembiayaan untuk dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam memiliki hunian yang layak. 
 
Hal ini merupakan wujud dari kehadiran negara untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya MBR dalam rangka pemenuhan kebutuhan perumahan.
 
SMF memiliki misi yang sejalan dengan Pinhome untuk dapat mewujudkan akses dan keterjangkauan setiap masyarakat di Indonesia untuk dapat memiliki hunian yang layak. 
 
"Untuk itu, program sewa-beli diharapkan dapat menjangkau segmen masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses (unbankable)," ungkapnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif