Rumah yang dibangun khusus bagi nelayan. dok. Kementerian PUPR
Rumah yang dibangun khusus bagi nelayan. dok. Kementerian PUPR

Tahun Depan, 350 Unit Rumah Khusus Nelayan Bakal Dibangun

Properti perumahan sejuta rumah Penyediaan Rumah Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 05 Desember 2019 10:54
Jakarta: Pemerintah terus meningkatkan kualitas kesejahteraan dan taraf hidup nelayan. Salah satunya melalui pembangunan rumah khusus (rusus) dan perbaikan rumah swadaya untuk nelayan.
 
"Pembangunan rumah khusus bertujuan agar para nelayan memiliki rumah layak huni dan mengatasi kawasan kumuh di pesisir," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun rusus bagi nelayan sebanyak 350 unit yang tersebar di sembilan provinsi. Antara lain, di Sumatera Utara sebanyak 30 unit, Riau 30 unit, Kalimantan Barat 30 unit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, Sulawesi Selatan sebanyak 30 unit, Sulawesi Tengah 60 unit, Sulawesi Utara 30 unit, Maluku Utara 60 unit, Papua 40 unit dan Papua Barat 40 unit.
 
Dalam meningkatkan rumah layak huni, pemerintah juga membangun rumah susun sebanyak enam tower dengan jumlah 316 unit. Hunian tersebut tersebar di enam Provinsi yakni Aceh, Jawa Timur, Banten, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kalimantan Timur.
Pembangunan rumah khusus sebanyak 9.833 unit yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.
 
Selain itu, untuk meningkatan kualitas permukiman nelayan Kementerian PUPR membangun penyediaan air bersih dan sanitasi serta penataan lingkungan (termasuk pembangunan jalan produksi).
 
Pembangunan tersebut tersebar di tiga Provinsi yakni di Kawasan Senggarang Kampung Bugis, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kawasan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Karang Rejo dan Jalan Lingkungan Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
 
Selanjutnya juga penataan kawasan permukiman nelayan seperti di Kampung Tepi Air Tambak Lorok, Kota Semarang dan Kampung Nelayan Tegal Sari, Kota Tegal di Provinsi Jawa Tengah. Kemudian pembangunan Jembatan Muara Gembong yang membentang di Sungai Citarum sepanjang 82 meter.
 
Jembatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan konektivitas antara Desa Pantai Mekar dan Desa Pantai Bahagia sehingga mendukung produksi perikanan nelayan setempat.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif