Rumah Murah yang Membuka Lapangan Kerja
Purwarupa unit rumah konsep House 20K mulai dirancang sejak 2013. fastcompany/Jessica Ashley Photography
Alabama:Program rumah murah yang satu ini dirancang sekelompok mahasiswa arsitektur Universitas Auburn, Alabama, AS. Bukan hanya sekadar membangun rumah murah, program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru.

Konsep proyek House 20k dikembangkan sejak 2013. Tak hanya persoalan desain dan harga rumah, para peneliti tersebut juga mempertimbangan kendala lainnya seperti hipotek dan pekerja konstruksi.


Harga bahan material untuk pembangunan House 20k mencapai USD 14 ribu (sekitar Rp 200 juta) dan sisanya untuk ongkos kerja. Pondasi rumah menggunakan teknik kantilever agar rumah yang dibuat dari kayu dan beton tersebut tampak lebih kuat.

House 20k juga dirancang knock down tapi tidak prefabrikasi. Semuanya dibuat dan disusun di lokasi pengerjaan. Memang menjadi tidak efisien, tetapi memang tujuan utama proyek rumah murah ini adalah membuka peluang pekerjaan bagi pekerja konstruksi dan pengembang lokal.


Luas bangunannya kurang lebih 30-an meter persegi dengan satu kamar tidur. fastcompany/Jessica Ashley Photography

"Kami masih mencari strategi terbaik memasarkan rumah ini ke publik,” kata Associate Director Rural Studio, Rusty Smith, sebagaimana dikutip dari fastcompany.

Seperti di Indonesia, persoalan pengadaan rumah layak huni tapi terjangkau juga ternyata juga pelik di Amerika Serikat yang kaya raya. Ketika seseorang membeli rumah dengan penghasilan terbatas dan tidak mampu membayar USD 20 ribu, maka bank tidak akan membiayai hipotek untuk jumlah uang yang sedikit.

"Masalah yang paling menakutkan bukanlah bahan bangunan dan lahan, melainkan skema pembiayaan bagi warga yang berpenghasilan rendah," jelasnya.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id