Mahasiswimenata pernik Pohon Natal berbahan dasar kurungan ayam di Perpustakaan Universitas Kristen Petra Surabaya, Kamis (20/12/2018). Pohon setinggi 7,5 meter ini terdiri dari 219 kurungan ayam. Antara Foto/M Risyal Hidayat
Mahasiswimenata pernik Pohon Natal berbahan dasar kurungan ayam di Perpustakaan Universitas Kristen Petra Surabaya, Kamis (20/12/2018). Pohon setinggi 7,5 meter ini terdiri dari 219 kurungan ayam. Antara Foto/M Risyal Hidayat

Dekorasi Pohon Natal dari Masa ke Masa

Properti gereja natal desain interior kado natal
Rizkie Fauzian • 22 Desember 2018 14:14
Jakarta: Keseruan menghias Pohon Natal bersama keluarga adalah 'ritual' yang nggangeni. Mulai dari perdebatan kecil tentang tema dekorasi, berburu pernak-pernik sesuai dana tersedia hingga memilih kado terbaik untuk yang tercinta.
 
Konon tradisi menghias Pohon Natal diperkenalkan oleh Martin Luther. Sang Pendeta terkesan melihat kelap-kelip bintang melalui dahan pohon di sepanjang jalan menuju kediamannya. Dia lantas menyalakan lilin-lilin di Pohon Natal sebagai simbol sinar bintang.
 
Sejak abad ke-16, umat Nasrani di Eropa sudah memajang pohon di rumah dengan hiasan kertas berwarna, mainan, buah apel, kue wafer. Barulah ditambahkan dengan lilin-lilin kecil seperti trend yang Martin Luther perkenalkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Bola kaca dekorasi Pohon Natal di lapangan St Peter Basilica, Vatikan. AFP Photo/Vicenzo Pinto
 
Dekorasi pohon natal berkembang pesat pada abad ke-19, para sejarawan menilai bahwa tokoh yang mempopulerkan tradisi ini adalah keluarga kerajaan Inggris pada 1846. Saat itu, muncul gambar Ratu Victoria beserta Pangeran Albert berdiri di sekitar pohon natal bersama anak-anak mereka.
 
Pohon itu didekorasi dengan berbagai hiasan cantik. Sejak itu setiap menjelang Natal setiap rumah di Inggris memiliki sebatang pohon cemara dihiasi lilin, permen, buah, hiasan buatan sendiri dan hadiah kecil.
 
Trend dekorasi Pohon Natal juga terus berputar. Tidak melulu lampu warna-warna dan timbunan 'salju' batang pohon. Amat jauh berbeda dibanding berabad lalu yang Pohon Natal dihias dengan kertas dan makanan.

baca juga: Pohon Natal Tak Melulu Hijau



Dua remaja duduk di bawah Pohon Natal di lapangan El Salvador del Mundo, San Salvador. Di dalam perkembangannya, Pohon Natal tidak selalu menggunakan pohon cemara yang menjadi pakemnya. Tapi juga untaian lampu atau material lain yang disusun sedemikian rupa membentuk siluet pohon cemara. AFP Photo/Marvin Recinos
 
Tren bukan sekadar hiasan, tetapi juga penggunaan warna pohon yang beragam. Jika pohon natal klasik berwana hijau, maka tren terbaru memiliki warna beragam.
 
Pada 2017, pohon natal berwarna merah muda terang atau bright pink menjadi booming di Inggris. Situs jual beli eBay mencatat peningkatan drastis penjualan pohon berwarna pink tersebut.
 
Bahkan di Instagram muncul banyak unggahan dengan tagar #PinkChrismasTree. Pohon natal tersebut dihias dengan ornamen-ornamen yang menarik.
 
Tahun ini Pohon Natal berwarna hitam justru semakin banyak dicari di Amerika Serikat. Unggahan foto pohon natal hitam mulai bermunculan di Instagram dengan tagar #BlackChristmasTree.
 
Meski tidak se-booming pohon natal hitam, namun pohon natal berwarna merah juga mulai populer. Istri Presiden Amerika Serikat, Melanie Trump menghias White House dengan Pohon Natal berwarna merah.
 

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi