LRT City Tebet-The Premiere MTH. Foto: Adhi Commuter Properti
LRT City Tebet-The Premiere MTH. Foto: Adhi Commuter Properti

Pengembang Optimalkan Pemasaran Digital di Masa Pandemi

Properti investasi properti apartemen Bisnis Properti Adhi Commuter Properti
Rizkie Fauzian • 25 April 2021 15:50
Jakarta: Di masa pandemi covid-19, banyak pengembang properti menggunakan strategi pemasaran digital. Salah satunya yang diterapkan PT Adhi Commuter Properti (ACP) untuk proyek LRT City Tebet-The Premiere MTH. 
 
"Proyek ini melakukan penyesuaian dengan menerapkan protokol kesehatan sekaligus mendorong digitalisasi dalam penjualan unit," ujar Direktur Pemasaran ACP Indra Syahruzza dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 April 2021.
 
Strategi yang digunakan antara lain, penjualan dengan iklan digital serta memaksimalkan experience calon konsumen dengan memperlihatkan show unit melalui 3D Show.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ACP juga mengusung tagline baru yaitu Connecting Life yang bermakna menghubungkan kehidupan. Menghubungkan adalah sifat dasar dari produk hunian LRT City. 
 
"Namun, konteks menghubungkan ini tidak hanya berbicara tentang mobilitas, LRT City juga turut mengambil andil dalam menghubungkan kehidupan para penghuninya," jelas Indra.
 
Project Director LRT City Tebet-The Premiere MTH, Aan Susanto mengatakan bahwa proyek hunian ini mengedepankan konsep ‘Life and Lifestyle’ merujuk pada kawasan yang nyaman dengan hadirnya apartemen, perkantoran, dan area komersial.
 
Sementara itu, konsep Lifestyle merupakan upaya LRT City Tebet – The Premiere MTH dalam mendukung komunitas urban dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi para pekerja, berekreasi, berolahraga," ujar Aan. 
 
Aan menambahkan bahwa proyek ini juga mengakomodir kebutuhan penghuni untuk tetap produktif dalam bekerja dengan menyediakan lahan terbuka hijau yang luas dan terhubung dengan transportasi publik. 
 
"Dengan menerapkan strategi salah satunya konsep digital di masa pandemi, saat ini rata-rata penjualan apartemen mencapai Rp8 miliar per bulan," jelasnya. 
 
Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 7.395 meter persegi yang meliputi satu tower apartemen 14 lantai dan jumlah unit capai 390, satu tower perkantoran, dan tiga lantai area komersial, serta fasilitas parkir berjumlah tiga lantai basement. 
 
Khusus untuk apartemen, ada tipe studio berukuran 24,12 meter persegi, satu kamar tidur seluas 36,18 meter persegi, dan dua kamar tidur berukuran 48,24 meter persegi. 
 
"Harga yang dipasarkan Rp30,5 juta per meter persegi atau mulai Rp800 jutaan untuk tipe terkecil," jelasnya.
 
Aan menandaskan, Proyek apartemen dengan investasi Rp780 miliar ini telah terserap pasar lebih dari 70 persen sejak dirilis pada Oktober 2020 lalu. Sekarang ini, untuk tipe dua bedroom bahkan sudah habis terjual karena connecting transportasi yang mudah diakses oleh penghuni.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif