Rencana kerja Kementerian ATR akan dipangkas tahun depan. Foto: Shutterstock
Rencana kerja Kementerian ATR akan dipangkas tahun depan. Foto: Shutterstock

Rencana Kerja Kementerian ATR Dipangkas Tahun Depan

Properti bpn pertanahan reforma agraria Sertifikasi Lahan
Rizkie Fauzian • 19 Oktober 2020 12:47
Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memulai penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) untuk rencana kerja Tahun Anggaran 2021.
 
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR Himawan Arief Sugoto mengatakan bahwa dalam penyusunan RKA-KL untuk tahun depan, perlu memperhatikan Struktur Organisasi dan Tata Laksana yang terbaru.
 
"Anggaran yang disusun harus mengacu kepada struktur organisasi dan tata laksana yang baru serta implementasi kebijakan nasional dalam merespon kondisi ekonomi dan keuangan negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam penyusunan RKA-KL untuk 2021 dilakukan Redesign Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP), sebagai tindak lanjut penyederhanaan program secara nasional.
 
"Semula terdiri dari 11 program. Tahun depan dilakukan redesign menjadi tiga program, yaitu program dukungan manajemen, program pengelolaan dan pelayanan pertanahan serta program penyelenggaraan tata ruang," ujarnya.
 
Pagu alokasi anggaran untuk 2021 mengakomodir program-program prioritas, yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, melalui Peta Bidang Tanah (PBT) serta Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT).
 
Selain itu, akan dilakukan optimalisasi pelaksanaan Reforma Agraria, Pemetaan Zona Nilai Tanah, Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Persetujuan Substansi Rencana Detail Tata Ruang serta percepatan digitalisasi dokumen pertanahan.
 
"Di samping itu, Kementerian ATR juga berfokus dalam percepatan penyusunan peraturan pelaksanaan atas terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan pemeringkatan nilai Reformasi Birokrasi," ungkapnya.
 
Dalam penyusunan RKA-KL, Sekjen menginstruksikan agar perencanaan anggaran dapat dilakukan dengan tepat. "Untuk tahun depan, kita targetkan pada bulan September serapan anggaran kita sudah mencapai 90 persen dan pada kuartal IV nanti kita tinggal menyusun rencana kerja untuk tahun berikutnya," pesan Sekjen.
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Gabriel Triwibawa mengutarakan pada tahun 2021, terdapat beberapa poin baru yang harus diperhatikan.
 
"Di 2021 kita akan memasuki rencana strategis baru yang berimplikasi terhadap instrumen penyusunan RKA/KL juga baru serta pengetatan pada standar biaya masukan dengan harapan belanja yang efisien, efektif serta ekonomis," ujarnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif