Ilustrasi hotel di Seminyak, Bali. Foto: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi hotel di Seminyak, Bali. Foto: dok MI/Ramdani.

Lebih dari Setahun Masih Pandemi, Ratusan Hotel di Bali Diobral

Properti properti hotel mewah Industri Hotel
Insi Nantika Jelita • 21 Mei 2021 15:00
Jakarta: Setahun lebih pandemi covid-19 membuat sektor pariwisata, khususnya di Bali terlihat terpuruk. Para pengusaha hotel di Pulau Dewata pun menjual aset mereka di layanan situs online pencari properti, Lamudi. Ada 361 hotel dijual dalam platform tersebut.
 
Misalnya saja Hotel dan Villa Jungle and River View Ubud Bali yang diobral senilai Rp15 miliar. Luas bangunan tersebut ialah 1.500 m² dengan dua lantai. Penjualan dilakukan sejak, 9 Maret 2021 lalu.
 
Kemudian, Hotel di Jimbaran Kuta Selatan dekat Airport Ngurah Rai juga dijual senilai Rp26 miliar dengan luas bangunan 3.772 m². Jumlah ruangan kamar ada 29 dengan tiga lantai. Pihak hotel baru menjual di situs Lamudi pada, 18 Mei 2021 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lainnya ialah Hotel Kuta yang berada di Badung, Bali, juga dijual dengan harga Rp148 miliar dengan luas bangunan 10 ribu m². Total ruangan kamar ada 143 unit dengan lima lantai.
 
Tak hanya itu, hotel bintang lima di Pulau Dewata juga dijual oleh pengelola. Dengan judul 'Dijual Hotel Bintang 5 di Ubud Bali', tempat penginapan mematok harga Rp300 miliar. Dengan luas 13.210 m², hotel itu menawarkan 47 kamar dengan berbagai fasilitas seperti meeting room, kolam renang, spa, steakhouse, dan lainnya.
 
Hotel ternama di Bali, yakni Indigo Bali Seminyak juga terlihat menjualkan propertinya di situs Lamudi dengan harga Rp4 triliun. Adapun luas lahan 4,5 hektare (ha) dengan 270 kamar yang terdiri dari kategori superior, deluxe, dan suite dengan berbagai fasilitas yang tersedia.
 
Diketahui memang, dalam catatan Capaian Ekonomi Bali 2020, secara kumulatif perekonomian Bali selama 2020 terkontraksi sedalam -9,3 persen, angka ini berbeda dari 2019 yang tumbuh 5,63 persen.
 
"Tingkat okupansi hotel-hotel di Bali hanya 10 persen dalam 14 bulan, ini mengakibatkan dampak ekonomi yang signifikan," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R.M. Manuhutu dalam keterangan resminya, dilansir Mediaindonesia.com, Jumat, 21 Mei 2021.
 
Setelah dilantik pada Desember 2020 lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bergegas menggairahkan pariwisata Bali. Sederet program pemulihan pun diupayakan pemerintah. Mulai dari kebijakan travel corridor arrangement/TCA atau pembukaan koridor wisata yang bakal diterapkan pertengahan tahun ini hingga percepatan vaksinasi covid-19.
 
Sandiaga menyebut pemerintah tengah fokus pada rencana pembukaan koridor perjalanan dengan beberapa negara, seperti, Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), Singapura dan Belanda.  Dia menambahkan, jika kasus covid-19 nasional dan negara yang menjalin TCA dalam kondisi kondusif, maka rencana penerimaan turis asing bakal terus berjalan hingga difinalisasikan.
 
"Soal travel corridor arrangement, kami akan melihat kondisi terakhir covid-19, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jika perkembangan kasus covid-19 naik, baik di dalam negeri maupun luar negeri, tentunya kita akan tinjau ulang," ujar Sandiaga dalam Weekly Briefing Media secara virtual, Selasa, 18 Mei 2021.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif