Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dibangun di lokasi bekas bencana NTT. Foto: Kementerian PUPR
Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dibangun di lokasi bekas bencana NTT. Foto: Kementerian PUPR

Pascabencana di NTT, Pemerintah Bangun Rumah Lebih Tangguh

Properti bencana Rumah tahan gempa Permukiman NTT Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 07 Oktober 2021 17:51
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang akibat Badai Siklon Tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana. 
 
Bantuan relokasi warga terdampak bencana, Kementerian PUPR juga membangun hunian tetap di Kabupaten Lembata 700 unit dan di Adonara, Kabupaten Flores Timur 300 unit sesuai dengan instruksi Presiden, serta di Kota Kupang dan Kabupaten Alor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Oktober 2021.
 
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB Widiarto menyatakan, seluruh pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi di NTT ditargetkan rampung paling lambat pada akhir November 2021. 
 
"Penyerahan penyelesaian pekerjaan ke Pemerintah Daerah akan dilakukan serentak untuk semua infrastruktur yang diperbaiki yakni infrasruktur permukiman kawasan, sanitasi, air bersih, dan perumahan," ujar Widiarto. 
 
Untuk penyelesaian pekerjaan, Widiarto menginstruksikan agar dapat diidentifikasi segala kendala di lapangan seperti tenaga kerja dan material untuk segera dapat diatasi, sehingga percepatan penyelesaian fisik dapat bisa selesai tetap sesuai rencana. 
 
Widiarto mengatakan, Satgas Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana untuk NTT dan NTB ini bertanggungjawab dalam penanganan dampak bencana antara lain, menjaga konektivitas jaringan jalan dan jembatan, menyediakan fasilitas air bersih/air minum, sanitasi dan hunian sementara (pengungsian), relokasi korban terdampak dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan kerusakan infrastruktur PUPR.
 
Di bidang Cipta Karya/sarana permukiman, saat ini tengah diselesaikan pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Walwerang yang melayani Kabupaten Flores Timur dan Lembata, TPS3R atau Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce.
 
Selain itu, recycle di Kabupaten Flores Timur dan Lembata, rekonstruksi Fasilitas Sosial dan Umum di di Kabupaten Flores Timur dan Lembata, dan perbaikan Makoramil beserta Barak Koramil dan Rumah Jabatan Danramil di Kabupaten Flores Timur.
 
Sementara di bidang infrastruktur Sumber Daya Air, saat ini tengah dilakukan penanganan perbaikan infrastruktur di antaranya perbaikan Bendung Benanain di Kabupaten Malaka dan Bendung Haekesak di Kabupaten Belu. 
 
"Untuk rehabilitasi Bendung Benanain yang melayani lahan pertanian seluas 6.750 Ha di Daerah Irigasi Malaka sudah dilakukan sejak April 2021 dengan progres saat ini sebesar 47,57 persen dan rehabilitasi Bendung Haekesak yang melayani lahan pertanian seluas 450 Ha saat ini progresnya sudah 68,75 persen," jelasnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif