NEWSTICKER
Capaian Program Sejuta Rumah. Foto: Kementerian PUPR
Capaian Program Sejuta Rumah. Foto: Kementerian PUPR

Capaian Sejuta Rumah per Maret Baru 115.590 Unit

Properti sejuta rumah rumah tapak Penyediaan Rumah Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 18 Maret 2020 11:02
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat pencapaian Program Sejuta Rumah hingga 16 Maret 2020 sebanyak 115.590 unit. Program ini akan tetap dilaksanakan sesuai dengan target pembangunan 1,25 juta rumah yang telah ditetapkan.
 
"Kami akan terus melaksanakan dan memantau pelaksanaan program sejuta rumah meskipun saat ini sedang mewabah virus korona di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Menurutnya, capaian tersebut terdiri dari pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 88.155 unit dan masyarakat non-MBR 27.435 unit. Selain itu, pemerintah juga mendorong Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui rumah yang sehat dan layak huni setidaknya masyarakat bisa tetap tinggal dan bekerja dari rumah sehingga terjaga kesehatannya dan diharapkan dapat terhindar dari virus korona wabah korona seperti sekarang," kata Khalawi.
 
Khalawi menambahkan dirinya juga mengimbau kepada para pegawai di pusat maupun daerah serta mitra kerja di bidang perumahan untuk tetap menjaga kesehatan guna terhindar dari virus korona sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
 
Pada kesempatan tersebut, Khalawi menjelaskan ada lima cara yang akan dilaksanakan Kementerian PUPR dalam penanganan virus korona. Pertama, melalui pengaturan kehadiran pegawai di kantor.
 
"Untuk pegawai yang menjadi suspect atau positif terjangkit virus korona, diwajibkan mengikuti protokol penanganan covid-19 dan diperbolehkan tidak masuk kantor atau memeriksakan diri ke rumah sakit," terangnya.
 
Kedua, pengaturan Work From Home (WFH) yakni melaksanakan tugas sesuai jam kerja yang berlaku, dan harus tetap berada di rumah kecuali ada kepentingan mendesak.
 
Ketiga, pengaturan perjalanan dinas perjalanan dinas luar negeri dilarang, menunda atau menghindari perjalanan ke area terjangkit covid-19, dan melaksanakan prosedur protokol kesehatan apabila telah melaksanakan dinas di daerah terjangkit covid-19.
 
Keempat, pengaturan penyelenggaraan pelatihan, seminar, lokakarya, dan rapat-rapat acara yang akan diikuti banyak peserta tetapi belum dilaksanakan, dijadwalkan ulang, kecuali menggunakan metode jarak jauh (online) seperti saat ini.
 
Kelima, pengaturan penyelenggaraan pelayanan publik pengaturan sistem kerja agar tetap melayani masyarakat serta dapat dilaksanakan secara online.
 
"Saat ini masih banyaknya nilai kontrak yang masih belum dilelangkan. Saya juga akan ingatkan kepada semua pihak untuk terus bekerja dan cepat melakukan pelelangan agar program sejuta rumah kita bisa mencapai target," tandasnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif