Ramadan menjadi periode dengan performa terendah bagi bisnis kost. Foto: Cove
Ramadan menjadi periode dengan performa terendah bagi bisnis kost. Foto: Cove

Okupansi Kost Melemah di Ramadan, Tren Musiman?

Rizkie Fauzian • 19 Februari 2026 15:11
Ringkasnya gini..
  • Ramadan ternyata jadi periode terlemah bisnis kost. Data Cove mencatat pemesanan turun 11 persen dan okupansi melemah selama bulan puasa.
  • Meski pencarian hunian tetap tinggi, banyak calon penyewa menunda kontrak hingga Lebaran. Ini strategi pengelolaan arus kas jangka pendek.
  • Tak hanya sewa bulanan, transaksi sewa harian juga turun 14 persen saat Ramadan, dengan Bandung mencatat penurunan terdalam.
Jakarta: Ramadan identik dengan lonjakan kampanye dan diskon besar di sektor fesyen maupun F&B. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di pasar hunian sewa.
 
Berdasarkan data internal Cove, penyedia hunian co-living modern, Ramadan menjadi periode dengan performa terendah bagi bisnis kost maupun co-living setiap tahunnya. Kebutuhan mudik dan belanja perayaan mendorong masyarakat menunda pengeluaran yang bersifat komitmen finansial jangka panjang, termasuk sewa hunian.
 
Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis mengatakan setiap tahunnya, Cove melihat pola yang relatif konsisten di mana Ramadan menjadi periode dengan transaksi terendah dalam satu tahun.

"Selama bulan suci, masyarakat akan lebih memprioritaskan pengeluaran jangka pendek mereka, sehingga pengeluaran jangka panjang seperti kost akan dinomorduakan hingga Lebaran berlalu,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Februari 2026.

Pemesanan dan okupansi melemah selama Ramadan

Okupansi Kost Melemah di Ramadan, Tren Musiman?
Data internal Cove tahun lalu menunjukkan jumlah pemesanan kamar co-living bulanan selama Ramadan melemah hingga 11 persen dibandingkan rata-rata pemesanan dalam tiga bulan sebelum Ramadan.
 
Penurunan ini terjadi karena calon penghuni menyadari mereka tidak akan menempati kamar dalam jangka waktu cukup lama selama periode mudik. Banyak yang memilih memulai masa sewa setelah Lebaran selesai.
 
Dari sisi okupansi, terjadi penurunan sekitar 0,5 poin persentase dari awal tahun, dengan occupancy rate tercatat 84,5 persen selama Ramadan. Meski turun, angka ini menunjukkan bahwa permintaan hunian tetap ada dan pelemahan bersifat musiman, bukan struktural.

Segmen sensitif harga paling tertekan

Ramadan juga memicu peningkatan check-out pada tier properti Cove Basics—segmen dengan rata-rata sewa Rp2 juta per bulan. Tingkat check-out mencapai 19 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 16 persen dalam tiga bulan sebelumnya.
 
Tier ini umumnya dihuni mahasiswa dan pekerja muda yang lebih sensitif terhadap harga. Selama periode mudik, sebagian penghuni menghentikan sewa sementara untuk menghindari pembayaran saat unit tidak ditempati.
 
Menariknya, dalam sejumlah kasus, penghuni kembali memesan unit yang sama setelah Lebaran. Fenomena ini menegaskan bahwa tren tersebut bukan perubahan preferensi jangka panjang, melainkan strategi pengelolaan arus kas jangka pendek.

Minat tinggi, tapi konversi melambat

Meski transaksi menurun, aktivitas pencarian hunian tetap relatif tinggi. Traffic ke platform Cove selama Ramadan tidak turun signifikan, namun tingkat konversi lebih rendah dibanding bulan lain.
 
Calon penghuni cenderung mencari informasi atau menanyakan unit tanpa langsung melakukan pemesanan, atau memilih tanggal sewa setelah Lebaran.
 
Tak hanya sewa bulanan, lini sewa harian Cove juga mengalami penurunan transaksi hingga 14 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan terdalam terjadi di Bandung, mencapai 37 persen.
 
Data ini menunjukkan bahwa selama Ramadan masyarakat tidak hanya menunda komitmen finansial besar, tetapi juga memangkas bujet kebutuhan gaya hidup seperti staycation atau liburan.
 
“Tren penurunan transaksi selama Ramadan menjadi pengingat bagi pemilik kost dan akomodasi untuk mempersiapkan pengelolaan bisnis yang matang sejak awal tahun. Alih-alih merespons dengan diskon agresif, pelaku usaha perlu memastikan fondasi okupansi dan arus kas tetap sehat sebelum periode Ramadan,” jelas Dian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA