Glodok Plaza bukan sekadar pusat perbelanjaan, melainkan saksi perjalanan panjang transformasi kota dari era kejayaan, masa kelam, hingga upaya bertahan di tengah perubahan zaman.
Pelopor pusat perbelanjaan modern
Diresmikan pada 1977, Glodok Plaza menjadi salah satu pionir pusat perbelanjaan modern di Indonesia. Berlokasi di Jalan Mangga Besar II, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, gedung enam lantai ini pada masanya menjadi simbol kemajuan. Berbagai pedagang pakaian, peralatan rumah tangga, kebutuhan harian, hingga elektronik mengisi ruang-ruangnya.Keberadaan Glodok Plaza menyatu dengan kawasan Pecinan, wilayah yang sejak era kolonial Belanda dikenal sebagai sentra perdagangan masyarakat Tionghoa di Batavia. Jejak sejarah dan budaya kawasan ini masih terasa kuat hingga kini.
Memasuki tahun 1990-an, Glodok Plaza mencapai puncak kejayaannya. Kawasan ini dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik terbesar di Asia Tenggara, dengan perputaran ekonomi yang sangat besar. Glodok menjadi tujuan utama pencari perangkat elektronik, komponen, hingga sistem audio dari berbagai daerah.
Kerusuhan 1998 dan upaya bangkit
Kejayaan tersebut terhenti saat kerusuhan Mei 1998 melanda Jakarta. Glodok Plaza menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang terdampak cukup parah. Banyak ruko rusak, dan aktivitas perdagangan sempat terhenti.Setelah peristiwa itu, Glodok Plaza perlahan bangkit melalui proses renovasi. Pada 2001, pusat perbelanjaan ini kembali dibuka dengan konsep yang lebih matang, menambah jumlah lantai menjadi delapan serta satu basement.
Beradaptasi di tengah perubahan zaman
Pada 2010, Glodok Plaza menambah daya tarik dengan menghadirkan Plaza Hotel Glodok. Hingga 2022, kawasan ini tetap dikenal sebagai sentra elektronik, khususnya untuk perangkat audio dan sistem karaoke.Meski kehadiran mal-mal modern dengan konsep baru perlahan menggeser minat pengunjung, Glodok Plaza dan area sekitarnya tetap mempertahankan perannya sebagai pusat perdagangan elektronik.
Hingga kini, Glodok Plaza masih beroperasi dan menjadi bagian penting dari denyut kawasan Glodok. Nilai historis dan identitasnya sebagai pusat perdagangan di kawasan Pecinan tetap melekat kuat.
Ke depan, Glodok Plaza diproyeksikan kembali ramai seiring rencana integrasi dengan jalur MRT Jakarta Tahap II pada 2027 mendatang. Integrasi transportasi ini diharapkan membuka babak baru bagi Glodok Plaza sebagai kawasan perdagangan yang terus hidup mengikuti zaman. (Umi Kulsum)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News