NEWS
Astra Terapkan Konsep Gudang Modern Multi-Tenant, Apa Bedanya?
Rizkie Fauzian
Senin 14 September 2026 / 18:38
- Warehouse multi-tenant memungkinkan satu bangunan digunakan oleh beberapa penyewa dengan pembagian area berdasarkan kebutuhan.
- Built-to-suit dibangun berdasarkan kebutuhan spesifik penyewa sejak tahap perencanaan.
- Pemilihan model gudang dapat mempertimbangkan kebutuhan ruang, lokasi, skala operasional, dan durasi sewa.
Jakarta: Kebutuhan ruang penyimpanan yang berbeda-beda membuat model gudang multi-tenant menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha. Model ini memungkinkan satu bangunan gudang digunakan oleh beberapa penyewa dengan pembagian area sesuai kebutuhan.
Konsep gudang multi-tenant ini diterapkan Astra Property melalui anak usahanya, PT Mega Manunggal Property Tbk di Blok H Warehouse 14 di Cibitung.
Tenant Relation Dept. Head PT Mega Manunggal Property Tbk, Leonardus Dimas Aryo Febiyanto, mengatakan konsep warehouse multi-tenant memungkinkan satu bangunan digunakan oleh beberapa penyewa dengan memanfaatkan pembagian berdasarkan kolom yang tersedia.
"Fasilitas ini adalah gudang multi-tenant, karena secara teknis gudang ini bisa kita sewakan persekat, per-kolom," kata Leo dalam Media Tour Warehouse PT Mega Manunggal Property Tbk, Cibitung, Senin, 14 September 2026.
Konsep tersebut berbeda dengan built-to-suit, yang bangunannya dirancang berdasarkan kebutuhan penyewa sejak tahap perencanaan.
Sementara itu, built-to-suit dibangun berdasarkan kebutuhan spesifik tenant. Pengembang terlebih dahulu mendapatkan permintaan dari calon penyewa sebelum menentukan desain dan spesifikasi bangunan.
Perbedaan lainnya terlihat dari fleksibilitas penggunaan ruang. Pada multi-tenant, penyewa dapat mengambil sebagian area sesuai kebutuhan dengan spesifikasi bangunan yang telah tersedia. Sementara built-to-suit memberikan ruang lebih besar bagi penyewa untuk menentukan kebutuhan bangunan sejak tahap perencanaan.
Menurut Leo, lokasi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi perusahaan yang memilih gudang built-to-suit. Lokasi tersebut perlu memiliki hubungan yang efisien dengan area produksi maupun wilayah distribusi.
"Warehouse built to suit itu biasanya mereka mencari lokasi yang seefisien mungkin dari area produksi mereka menjembatani ke area yang akan mereka distribusikan, jadi, itu satu lokasi, yang kedua baru desain," tambah Leo.
Sementara itu, built-to-suit lebih spesifik karena desain dan fasilitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional penyewa. Karena itu, pemilihan kedua model tersebut dapat disesuaikan dengan skala usaha, kebutuhan ruang, karakteristik operasional, lokasi, dan durasi sewa.
Dengan demikian, multi-tenant dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan ruang gudang secara lebih fleksibel tanpa membangun fasilitas dari awal. Adapun built-to-suit lebih sesuai bagi perusahaan yang membutuhkan spesifikasi bangunan tertentu dan memiliki kebutuhan operasional yang lebih spesifik. (Syarifah Komalasari)
(KIE)
Konsep gudang multi-tenant ini diterapkan Astra Property melalui anak usahanya, PT Mega Manunggal Property Tbk di Blok H Warehouse 14 di Cibitung.
Tenant Relation Dept. Head PT Mega Manunggal Property Tbk, Leonardus Dimas Aryo Febiyanto, mengatakan konsep warehouse multi-tenant memungkinkan satu bangunan digunakan oleh beberapa penyewa dengan memanfaatkan pembagian berdasarkan kolom yang tersedia.
"Fasilitas ini adalah gudang multi-tenant, karena secara teknis gudang ini bisa kita sewakan persekat, per-kolom," kata Leo dalam Media Tour Warehouse PT Mega Manunggal Property Tbk, Cibitung, Senin, 14 September 2026.
Konsep tersebut berbeda dengan built-to-suit, yang bangunannya dirancang berdasarkan kebutuhan penyewa sejak tahap perencanaan.
Perbedaan warehouse multi-tenant dan built-to-suit
Pada konsep multi-tenant, bangunan gudang umumnya dibangun terlebih dahulu dengan spesifikasi yang lebih umum. Setelah selesai atau tersedia, area gudang kemudian ditawarkan kepada beberapa calon penyewa.Sementara itu, built-to-suit dibangun berdasarkan kebutuhan spesifik tenant. Pengembang terlebih dahulu mendapatkan permintaan dari calon penyewa sebelum menentukan desain dan spesifikasi bangunan.
Perbedaan lainnya terlihat dari fleksibilitas penggunaan ruang. Pada multi-tenant, penyewa dapat mengambil sebagian area sesuai kebutuhan dengan spesifikasi bangunan yang telah tersedia. Sementara built-to-suit memberikan ruang lebih besar bagi penyewa untuk menentukan kebutuhan bangunan sejak tahap perencanaan.
Menurut Leo, lokasi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi perusahaan yang memilih gudang built-to-suit. Lokasi tersebut perlu memiliki hubungan yang efisien dengan area produksi maupun wilayah distribusi.
"Warehouse built to suit itu biasanya mereka mencari lokasi yang seefisien mungkin dari area produksi mereka menjembatani ke area yang akan mereka distribusikan, jadi, itu satu lokasi, yang kedua baru desain," tambah Leo.
Multi-tenant lebih fleksibel untuk berbagai sektor
Warehouse multi-tenant dengan spesifikasi umum memungkinkan bangunan digunakan oleh penyewa dari berbagai sektor usaha. Konsep ini tidak terlalu terikat pada kebutuhan satu jenis industri tertentu.Sementara itu, built-to-suit lebih spesifik karena desain dan fasilitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional penyewa. Karena itu, pemilihan kedua model tersebut dapat disesuaikan dengan skala usaha, kebutuhan ruang, karakteristik operasional, lokasi, dan durasi sewa.
Dengan demikian, multi-tenant dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan ruang gudang secara lebih fleksibel tanpa membangun fasilitas dari awal. Adapun built-to-suit lebih sesuai bagi perusahaan yang membutuhkan spesifikasi bangunan tertentu dan memiliki kebutuhan operasional yang lebih spesifik. (Syarifah Komalasari)
(KIE)