FITNESS & HEALTH
Saat Tubuh Minta Jeda di Tengah Padatnya Jakarta
A. Firdaus
Sabtu 12 September 2026 / 19:22
- Satu jam massage bisa menjadi jeda sederhana di tengah padatnya Jakarta.
- Traditional Heritage Massage bukan satu-satunya pilihan. Annathaya Spa & Wellness juga menawarkan beberapa treatment lain.
- Relaksasi tidak selalu harus menunggu datangnya akhir pekan atau liburan panjang.
Jakarta: Ada kalanya tubuh tidak benar-benar meminta liburan. Ia hanya ingin diberi waktu sebentar untuk berhenti.
Setelah seharian duduk dalam perjalanan, berjalan dari satu tempat ke tempat lain, atau berpindah dari satu agenda pekerjaan ke agenda berikutnya, satu jam untuk bersantai bisa terasa cukup berarti. Bukan untuk kabur dari kesibukan, melainkan sekadar memberi kesempatan kepada tubuh untuk bernapas.
Momen seperti itu dirasakan jika kamu mencoba Traditional Heritage Massage di Annathaya Spa & Wellness, Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada. Lokasinya berada di kawasan Gajah Mada yang juga dikenal dekat dengan Pecinan Glodok, salah satu kawasan yang lekat dengan aktivitas perdagangan, kuliner, dan jejak budaya Tionghoa di Jakarta.
Jadi, setelah puas mengeksplorasi kawasan sekitar atau menyelesaikan agenda pekerjaan, ada pilihan untuk tidak langsung kembali ke kamar atau melanjutkan perjalanan. Tubuh bisa diajak berhenti sejenak.
Pengalaman relaksasi dimulai dengan langkah sederhana. Kamu diajak merendam kaki menggunakan air hangat yang ditaburi garam.
Kelihatannya sepele, tetapi justru bagian ini terasa seperti tanda bahwa tubuh boleh mulai menurunkan tempo. Setelah seharian kaki diajak berjalan atau berdiri, merendamnya dalam air hangat menjadi transisi sebelum masuk ke sesi massage.
Selanjutnya, treatment berlanjut dengan Traditional Heritage Massage menggunakan krim massage selama 60 menit. Pijatan diberikan pada bagian tubuh yang membutuhkan relaksasi.
Durasi satu jam terasa cukup praktis, terutama bagi business traveler yang tidak memiliki banyak waktu luang. Begitu juga bagi wisatawan yang ingin menyisipkan waktu istirahat tanpa harus mengubah seluruh agenda perjalanan.
Sebab, terkadang yang dibutuhkan bukan seharian penuh di spa. Satu jam pun bisa menjadi ruang untuk berhenti sejenak sebelum kembali menghadapi aktivitas berikutnya.
Traditional Heritage Massage bukan satu-satunya pilihan. Annathaya Spa & Wellness juga menawarkan beberapa treatment lain, seperti Aromatherapy Massage, Natural Healing dengan peppermint oil, serta Swedish Massage.
Untuk Traditional Heritage Massage, tersedia pilihan durasi 60 menit dengan harga Rp488 ribu, 90 menit Rp588 ribu, dan 120 menit Rp688 ribu. Harga tersebut sudah termasuk Government Tax & Service sebesar 21 persen.
Ada pula rangkaian The Essentials Spa Treatment dengan pilihan seperti Body Glow, Body Sparkling, Heritage Coffee Nusantara, hingga Tropical Ultimate Pamper.
Pilihan tersebut membuat pengalaman wellness bisa disesuaikan dengan waktu dan kebutuhan masing-masing tamu. Mau sekadar mengambil jeda singkat di sela agenda atau menikmati treatment yang lebih panjang, pilihannya tersedia.
Satu detail kecil justru menjadi penutup yang cukup berkesan.
Setelah treatment selesai, kamu mendapatkan komplimen berupa air jahe hangat. Minuman sederhana ini memberikan sensasi hangat setelah tubuh mendapatkan pijatan selama satu jam.
Bagi wisatawan Asia, termasuk tamu dari China, minuman berbahan herbal seperti jahe juga terasa cukup familiar dengan tradisi wellness yang sudah lama dikenal di kawasan Asia.
Namun, yang menarik bukan hanya minumannya. Ada kesan bahwa pengalaman tersebut tidak berhenti begitu saja ketika sesi massage selesai.

Minuman Jahe memberikan sensasi hangat setelah tubuh mendapatkan pijatan selama satu jam. Dok. Ist
Rangkaian dimulai dari kaki yang direndam air hangat, dilanjutkan dengan pijatan selama satu jam, kemudian ditutup dengan minuman hangat. Sederhana, tetapi cukup untuk membuat pengalaman relaksasi terasa lebih lengkap.
Apalagi bagi wisatawan yang sebelumnya menghabiskan waktu menjelajahi Gajah Mada dan Glodok. Setelah berjalan menyusuri kawasan yang ramai, mencicipi kuliner, atau menyelesaikan urusan pekerjaan, tubuh akhirnya mendapat kesempatan untuk mengambil napas.
Pada akhirnya, relaksasi tidak selalu harus menunggu datangnya akhir pekan atau liburan panjang.
Kadang, tubuh hanya membutuhkan satu jam untuk berhenti dari rutinitas. Merendam kaki, menikmati pijatan, lalu menyeruput minuman hangat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Karena di tengah Jakarta yang nyaris selalu bergerak, memberi jeda kepada diri sendiri juga bagian dari perjalanan.
(FIR)
Setelah seharian duduk dalam perjalanan, berjalan dari satu tempat ke tempat lain, atau berpindah dari satu agenda pekerjaan ke agenda berikutnya, satu jam untuk bersantai bisa terasa cukup berarti. Bukan untuk kabur dari kesibukan, melainkan sekadar memberi kesempatan kepada tubuh untuk bernapas.
Momen seperti itu dirasakan jika kamu mencoba Traditional Heritage Massage di Annathaya Spa & Wellness, Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada. Lokasinya berada di kawasan Gajah Mada yang juga dikenal dekat dengan Pecinan Glodok, salah satu kawasan yang lekat dengan aktivitas perdagangan, kuliner, dan jejak budaya Tionghoa di Jakarta.
Baca Juga :
Meditasi Penuh Energi untuk Menghilangkan Stres
Jadi, setelah puas mengeksplorasi kawasan sekitar atau menyelesaikan agenda pekerjaan, ada pilihan untuk tidak langsung kembali ke kamar atau melanjutkan perjalanan. Tubuh bisa diajak berhenti sejenak.
Dimulai dari merendam kaki
Pengalaman relaksasi dimulai dengan langkah sederhana. Kamu diajak merendam kaki menggunakan air hangat yang ditaburi garam.
Kelihatannya sepele, tetapi justru bagian ini terasa seperti tanda bahwa tubuh boleh mulai menurunkan tempo. Setelah seharian kaki diajak berjalan atau berdiri, merendamnya dalam air hangat menjadi transisi sebelum masuk ke sesi massage.
Selanjutnya, treatment berlanjut dengan Traditional Heritage Massage menggunakan krim massage selama 60 menit. Pijatan diberikan pada bagian tubuh yang membutuhkan relaksasi.
Durasi satu jam terasa cukup praktis, terutama bagi business traveler yang tidak memiliki banyak waktu luang. Begitu juga bagi wisatawan yang ingin menyisipkan waktu istirahat tanpa harus mengubah seluruh agenda perjalanan.
Sebab, terkadang yang dibutuhkan bukan seharian penuh di spa. Satu jam pun bisa menjadi ruang untuk berhenti sejenak sebelum kembali menghadapi aktivitas berikutnya.
Pilihan treatment tidak cuma satu
Traditional Heritage Massage bukan satu-satunya pilihan. Annathaya Spa & Wellness juga menawarkan beberapa treatment lain, seperti Aromatherapy Massage, Natural Healing dengan peppermint oil, serta Swedish Massage.
Untuk Traditional Heritage Massage, tersedia pilihan durasi 60 menit dengan harga Rp488 ribu, 90 menit Rp588 ribu, dan 120 menit Rp688 ribu. Harga tersebut sudah termasuk Government Tax & Service sebesar 21 persen.
Ada pula rangkaian The Essentials Spa Treatment dengan pilihan seperti Body Glow, Body Sparkling, Heritage Coffee Nusantara, hingga Tropical Ultimate Pamper.
Pilihan tersebut membuat pengalaman wellness bisa disesuaikan dengan waktu dan kebutuhan masing-masing tamu. Mau sekadar mengambil jeda singkat di sela agenda atau menikmati treatment yang lebih panjang, pilihannya tersedia.
Ditutup dengan segelas air jahe
Satu detail kecil justru menjadi penutup yang cukup berkesan.
Setelah treatment selesai, kamu mendapatkan komplimen berupa air jahe hangat. Minuman sederhana ini memberikan sensasi hangat setelah tubuh mendapatkan pijatan selama satu jam.
Bagi wisatawan Asia, termasuk tamu dari China, minuman berbahan herbal seperti jahe juga terasa cukup familiar dengan tradisi wellness yang sudah lama dikenal di kawasan Asia.
Namun, yang menarik bukan hanya minumannya. Ada kesan bahwa pengalaman tersebut tidak berhenti begitu saja ketika sesi massage selesai.

Minuman Jahe memberikan sensasi hangat setelah tubuh mendapatkan pijatan selama satu jam. Dok. Ist
Rangkaian dimulai dari kaki yang direndam air hangat, dilanjutkan dengan pijatan selama satu jam, kemudian ditutup dengan minuman hangat. Sederhana, tetapi cukup untuk membuat pengalaman relaksasi terasa lebih lengkap.
Apalagi bagi wisatawan yang sebelumnya menghabiskan waktu menjelajahi Gajah Mada dan Glodok. Setelah berjalan menyusuri kawasan yang ramai, mencicipi kuliner, atau menyelesaikan urusan pekerjaan, tubuh akhirnya mendapat kesempatan untuk mengambil napas.
Pada akhirnya, relaksasi tidak selalu harus menunggu datangnya akhir pekan atau liburan panjang.
Kadang, tubuh hanya membutuhkan satu jam untuk berhenti dari rutinitas. Merendam kaki, menikmati pijatan, lalu menyeruput minuman hangat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Karena di tengah Jakarta yang nyaris selalu bergerak, memberi jeda kepada diri sendiri juga bagian dari perjalanan.
(FIR)