Bekisting juga bertindak sebagai penopang yang menahan tekanan beton selama proses pengecoran. Foto: Freepik
Bekisting juga bertindak sebagai penopang yang menahan tekanan beton selama proses pengecoran. Foto: Freepik

Mengenal Bekisting dan Fungsinya

Rizkie Fauzian • 23 Juli 2024 20:30
Jakarta: Bekisting merupakan bagian penting dalam proses pengecoran beton pada konstruksi bangunan. Bekisting berperan sebagai cetakan yang membentuk struktur bangunan sesuai dengan desain.
 
Saat kamu memulai pembangunan rumah, ada beberapa tahapan awal yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah menciptakan struktur bangunan menggunakan bekisting untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan bangunan.
 
Bagi kamu yang sedang terlibat dalam proses pembangunan rumah, sangat penting untuk membaca artikel ini agar lebih memahami konsep dan peran bekisting dalam proyek konstruksi kamu.

Penjelasan bekisting

Dikutip dari laman Sinar Mas Land, bekisting merupakan sebuah struktur temporary yang digunakan dalam proses konstruksi bangunan untuk membentuk beton dalam bentuk yang diinginkan sebelum beton mengeras sepenuhnya.

Secara sederhana, bekisting adalah kerangka atau cetakan yang menahan beton segar selama proses pengecoran. Bekisting biasanya terbuat dari bahan seperti kayu, logam, atau plastik, dan dirancang untuk menahan tekanan beton dan memberikan bentuk yang diinginkan pada elemen beton, seperti dinding, kolom, balok, atau pelat.
 
Baca juga: Perbedaan Bata Ringan dan Bata Merah

Selain memberikan bentuk pada beton, bekisting juga berperan dalam menjaga keakuratan dimensi dan permukaan beton yang dicor. Bekisting harus dirancang dengan teliti dan dipasang dengan kuat agar mampu menahan tekanan beton serta memberikan hasil yang presisi sesuai dengan desain yang diinginkan.
 
Dalam proses konstruksi, bekisting umumnya dipasang sebelum pengecoran beton dimulai dan kemudian dilepas setelah beton mengeras sepenuhnya, meninggalkan permukaan beton yang halus dan sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Fungsi bekisting

Fungsi utama dari bekisting dalam konstruksi bangunan adalah memberikan bentuk pada beton segar sehingga dapat mengeras menjadi struktur yang diinginkan. Tanpa bekisting, beton segar akan cenderung mengalir bebas dan tidak akan dapat mempertahankan bentuk atau dimensi yang diinginkan.
 
Dengan menggunakan bekisting, beton dapat dicor dalam bentuk dinding, kolom, balok, atau pelat sesuai dengan desain yang telah direncanakan.
 
Selain memberikan bentuk, bekisting juga bertindak sebagai penopang yang menahan tekanan beton selama proses pengecoran. Hal ini penting untuk memastikan bahwa beton tetap berada dalam posisi yang diinginkan dan tidak terjadi pergeseran atau deformasi selama proses pengeringan.
 
Oleh karena itu, bekisting harus dirancang dengan kekuatan dan stabilitas yang memadai agar mampu menahan beban beton dengan aman dan memberikan hasil akhir yang sesuai dengan stkamur kualitas yang diinginkan.

Jenis-jenis bekisting

Terdapat berbagai jenis bekisting yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik proyek konstruksi. Berikut adalah beberapa jenis bekisting yang umum digunakan:

1. Bekisting konvensional

Bekisting konvensional terbuat dari kayu yang memiliki tingkat fleksibilitas tinggi. Namun, waktu pengerjaannya relatif lama dibandingkan jenis bekisting lainnya.

2. Bekisting baja

Bekisting baja menawarkan kekuatan dan daya tahan yang lebih tinggi. Baja yang kokoh dapat menahan tekanan beton yang tinggi.

3. Bekisting plastik

Bekisting plastik memiliki keunggulan dalam hal ringan dan mudah dipasang. Bekisting ini cocok untuk proyek konstruksi berulang.

4. Bekisting aluminium

Bekisting aluminium memiliki bobot yang ringan dan tahan korosi. Bekisting ini sering digunakan untuk proyek dengan mobilitas tinggi.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA