Rusun nelayan di Lombok dijadikan tempat karantina pasien covid-19. Foto: Kementerian PUPR
Rusun nelayan di Lombok dijadikan tempat karantina pasien covid-19. Foto: Kementerian PUPR

Rusun Nelayan Dijadikan Lokasi Karantina Pasien Korona

Properti Virus Korona rusunawa penghuni rusunawa Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 13 April 2020 17:54
Lombok: Bangunan rusun untuk nelayan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kayangan Lombok Timur dijadikan sebagai lokasi karantina masyarakat terjangkit virus covid-19.
 
"Kementerian PUPR bersama Pemda setempat menjadikan rusun untuk nelayan di Kabupaten Lombok Timur sebagai tempat isolasi orang dalam pemantauan (ODP)," ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Rini Dyah Mawarti dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2020.
 
Rini menjelaskan, pemanfaatan rusun tersebut dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid tanggal 3 April 2020 kepada Bupati Lombok Timur mengenai pemanfaatan segera Rusun tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemanfaatan Rusunawa sebagai tempat isolasi pasien covid-19 juga sudah disetujui oleh Pemerintah daerah dan warga setempat," jelasnya.
 
Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lombok Timur, Sahri seharusnya rusunawa yang dibangun oleh Kementerian PUPR dihibahkan pada 2018 lalu, tapi karena bencana gempa bumi maka serah terima tersebut ditunda.
 
"Rusunawa tersebut mengalami kerusakan ringan walaupun struktur bangunan masih kuat sehingga dilakukan revitalisasi pada 2019 lalu. Kami harap tahun ini bisa segera dilakukan serah terima agar bisa segera kami kelola," ujar sahri.
 
Rusunawa ini dibangun sebanyak satu Twinblock setinggi lima lantai. Jumlah unit hunian di Rusunawa ini berjumlah 114 unit dengan ukuran hunian tipe 24.
 
Untuk meningkatkan kenyamanan bagi para penghuninya, Kementerian PUPR telah melengkapi setiap unit hunian dengan sejumlah meubelair seperti meja, kursi, lemari pakaian dan tempat tidur.
 
Terkait dengan pemanfaatan Rusun ini, Ruangan isolasi pasien Covid-19 hanya menggunakan unit hunian di lantai 3, 4 dan 5 sebanyak 72 ruang.
 
Pemda pun telah membatasi akses keluar masuk Rusunawa tersebut sesuai dengan protokol kesehatan dan penjagaan gedung diperketat melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Aparat Kepolisian.
 
"Dari informasi yang kami terima sampai dengan saat ini sudah ada tiga puluh satu Pasien Covid-19 yang diisolasi di Rusunawa tersebut. Sebagian besar warga Lotim yang ditampung untuk isolasi di Rusun tersebut adalah pelajar," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif