Peluang penjualan furnitur online terbuka lebar. Foto: Shutterstock
Peluang penjualan furnitur online terbuka lebar. Foto: Shutterstock

Peluang Pasar Furnitur Online Terbuka Lebar

Properti furnitur industri furniture ecommerce
Anggi Tondi Martaon • 07 Januari 2020 12:32
Jakarta: Penjualan produk furnitur di pasar domestik tahun ini diproyeksi tumbuh 12 persen. Kenaikan tersebut sejalan dengan semakin banyaknya proyek perumahan, gedung, dan perkantoran.
 
Selain tingginya permintaan produk furnitur, pangsa pasarnya dinilai masih terbuka lebar. Hal tersebut membuat banyak perusahaan merambah pasar furnitur dan dekorasi, salah satunya adalah Icreate yang mengembangkan penjualan furnitur secara online.
 
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif dan populasi penduduk sangat besar menjadi pertimbangan Icreate merambah pasar furnitur dan dekorasi," kata President Commissaris PT Icreate Living Style Jack Nguyen di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chairwoman PT Icreate Living Style Vanessa Kartika mengungkapkan sebagai pendatang baru di industri e-commerce, pihaknya menyadari betul akan berhadapan dengan beberapa brand besar yang juga memiliki online dan menawarkan produk serupa.
 
"Tapi e-commerce yang benar-benar spesialis furnitur belum banyak, maka Icreate ingin mengambil ceruk pasar yang masih besar itu. Harapannya, bisnis Icreate ke depan bisa terus bertumbuh," tutur Vanesa.
 
CEO Icreate Ria Yasa menjelaskan perusahaan ini berdiri dengan berbekal pengalaman dan jaringan luas di bisnis ritel home living. Dari itu, perusahaan ini ingin mengembangkan konsep ritel furnitur berbasis online dan offline.
 
"Konsepnya online karena memang bisnis toko online dan e-commerce di Indonesia sedang booming dalam beberapa tahun terakhir ini. Rencananya gerai offline Icreate akan segera beroperasi dan diresmikan pada bulan ini," ungkapnya.
 
Muncul sebagai brand baru, Ria Yasa mengaku terjun ke bisnis ritel furnitur bisa dibilang nekat karena investasinya tidak sedikit untuk memulai brand baru dan harus bersaing dengan pemain-pemain ternama yang sudah cukup besar.
 
Meski demikian, Icreate optimistis akan mendapat tempat di pelanggan berbekal konsep dan sistem yang berbeda dengan exisiting brand retail furniture.
 
Ria Yasa juga menyampaikan pengalamannya, yang mana tak jarang mendapati pesanan barang dikembalikan oleh pelanggan karena berbagai alasan.
 
Misal, barang tidak sesuai permintaan, seperti ukuran kebesaran, warna tidak sesuai, produk yang ditampilkan di situs berbeda dengan yang dikirim.
 
"Barang kembali dan bolak-balik gudang tentu merugikan retailer dari sisi waktu, biaya, dan reputasi, juga membuat tak nyaman pada pelanggan," sebutnya.
 
Selain itu, konsumen juga bisa mendesain sendiri interior sesuai dengan keinginannya dan leluasa memilih barang dan menentukan penataannya sesuai kondisi rumah sebelum melakukan pembelian.
 
Adapun untuk produk furnitur dan dekorasi yang ditawarkan Icreate mayoritas masih didatangkan dari Eropa, Amerika, Tiongkok, dan beberapa koleksi produk dari dalam negeri.
 
"Kami juga mengundang pengusaha furnitur lokal, manufaktur ataupun UKM untuk bermitra dengan kami. Karena kami yakin akan berkembang bersama jika bisa berkolaborasi dengan pengusaha furnitur dan manufaktur furnitur di dalam negeri," jelasnya.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif