Satu juta sertifikat tanah dibagikan Presiden secara virtual. Foto: MI
Satu juta sertifikat tanah dibagikan Presiden secara virtual. Foto: MI

1 Juta Sertifikat Tanah Meluncur, ke Depan Bakal Diterbitkan secara Elektronik

Properti bpn pertanahan reforma agraria Sertifikasi Lahan
Rizkie Fauzian • 09 November 2020 18:56
Jakarta: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerahkan satu juta sertifikat tanah untuk rakyat secara virtual. Sertifikat diberikan kepada masyarakat di 31 Provinsi dan 201 Kabupaten/Kota.
 
"Satu juta sertifikat tanah ini jumlah yang sangat besar. Sebelum adanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), kita hanya mampu mengeluarkan kurang lebih 500 ribu sertifikat setiap tahunnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 9 November 2020.
 
Menurut Jokowi, jika dalam setahun biasanya hanya dapat mengeluarkan kurang lebih 500 ribu sertifikat tanah, maka dibutuhkan 160 tahun untuk menyelesaikan 80 juta dan 126 juta bidang tanah yang belum terdaftar di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun ini target PTSL 10 juta tapi karena ada pandemi sehingga ada hambatan di lapangan maupun kantor pertanahan, saya turunkan targetnya menjadi tujuh juta, saya yakin bisa tetap tercapai," ungkap Jokowi.
 
Jokowi mengingatkan kepada masyarakat yang telah menerima sertifikat tanah untuk menjaganya karena sangat penting sebagai bukti yang menjamin kepastian hukum atas tanah yang dimiliki dan juga untuk mencegah sengketa dan konflik pertanahan.
 
"Maka dari itu, tolong jaga sertifikatnya. Jika ingin dijadikan agunan ke bank agar mendapat modal usaha, dihitung betul agar bisa mengembalikan pinjamannya," ujar Presiden.
 
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil dalam laporannya mengatakan bahwa, Kementerian telah berhasil mengeluarkan produk Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada 2017 sebanyak 5,4 juta bidang tanah, tahun 2018 sebanyak 9,3 juta bidang tanah, dan pada 2019 sebanyak 11,2 juta bidang tanah.
 
"Karena pandemi covid-19 dan refocusing anggaran, target PTSL pada 2020 diturunkan menjadi 7.370.510 bidang dan saat ini telah terealisasi sebanyak 6,5 juta bidang tanah," kata Sofyan.
 
Dalam waktu dekat, Kementerian ATR akan melaksanakan penerbitan sertifikat tanah secara elektronik sehingga tidak ada lagi pemalsuan sertifikat tanah.
 
Selain itu, Kementerian ATR berkomitmen melakukan pemberantasan mafia tanah yang bekerja sama dengan Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung. "Ini kemajuannya bagus sekali sehingga perlindungan kepastian hukum atas hak tanah bagi masyarakat lebih terjamin," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif