Program KPR khusus untuk TN. Foto: Shutterstock
Program KPR khusus untuk TN. Foto: Shutterstock

KPR Khusus TNI dengan DP 1%

Properti investasi properti perumahan BTN bisnis properti Investasi Rumah
Rizkie Fauzian • 05 Oktober 2020 22:16
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (BTN) menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan down payment (DP) satu persen. Program yang bertajuk "KPR BTN Patriot" ini berlaku sejak 5 Oktober-Desember 2020.
 
Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan program KPR ini membantu mewujudkan keinginan para anggota TNI/Polri yang ingin memiliki rumah meski dalam kondisi pandemi covid-19.
 
"Melalui KPR Patriot ini, kami ingin membantu mewujudkan kepemilikan rumah bagi patriot bangsa, yang tengah memperingati Hari Ulang Tahun korps-nya ke-75," ungkap Pahala di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pahala merinci BTN pun memberikan beragam kemudahan agar para TNI dapat memiliki hunian dengan terjangkau. Selain DP hanya satu persen, diskon biaya provisi sebesar 75 persen, suku bunga tujuh persen fixed lima tahun, dan bebas biaya administrasi.
 
Pahala menuturkan langkah ini merupakan upaya menjaga gairah sektor properti nasional yang terdampak lebih awal ketimbang industri lain. Selain itu, inovasi produk dan layanan kredit kepemilikan hunian yang memudahkan masyarakat juga sejalan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
 
BTN menerima tambahan penempatan dana pemerintah sebesar Rp5 triliun. Dengan demikian, perseroan telah mendapatkan dana PEN mencapai Rp10 triliun.
 
"Sesuai komitmen kami, sampai 25 September 2020, kami telah menyalurkan dana PEN sebesar Rp16,35 triliun dengan fokus ke sektor perumahan," jelas Pahala.
 
Pahala optimistis bank yang fokus pada pembiayaan sektor properti ini bisa memenuhi komitmen penyaluran kredit dari dana penempatan pemerintah dalam Program PEN.
 
"Perseroan berkomitmen memenuhi target untuk menyalurkan pembiayaan hingga tiga kali lipat dari dana yang ditempatkan Pemerintah di BTN. Dengan tambahan tersebut, maka target penyaluran kredit BTN untuk Program PEN menjadi Rp30 triliun," ujarnya.
 
Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan PEN melalui penempatan dana di perbankan. Dalam kebijakan ini terdapat serangkaian skema kebijakan afirmasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp695 triliun untuk 2020.
 
Kebijakan PEN meliputi upaya pemulihan pada sisi permintaan dan pada sisi penawaran masyarakat secara simultan, seiring dengan anggaran pemulihan kesehatan sebesar Rp87,55 triliun yang dikelola Satgas Penanganan Covid-19.
 
Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) BTN Suryanti Agustinar menuturkan dalam merealisasikan penyaluran kredit Bank BTN tetap memegang prinsip kehati-hatian agar rasio kredit bermasalah terjaga dan debitur juga tidak terbebani dengan cicilan di tengah kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini.
 
"Kredit kepada sektor properti yang disalurkan BTN menyasar pada lebih dari 175 industri terkait di sektor pembangunan perumahan dan banyak menyerap tenaga kerja," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif